PUNCAK, HarianTerbaruPapua.com – Pemerintah Kabupaten Puncak meresmikan Tugu Masuknya Injil di Ilaga sebagai simbol sejarah dan iman masyarakat Pegunungan Tengah Papua. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Puncak, Elvis Tabuni, di Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Sabtu (7/3/2026).
Tugu tersebut dibangun tepat di samping kediaman misionaris legendaris Gordon F. Larson, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah pekabaran Injil di wilayah Ilaga dan Pegunungan Tengah Papua.
Peresmian ini menjadi momentum bersejarah untuk mengenang masuknya Injil di Ilaga sekaligus menghormati dedikasi para misionaris Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) yang membawa terang iman bagi masyarakat setempat. Acara tersebut turut dihadiri tamu istimewa Patricia Pane Jordan, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai kampung di wilayah Ilaga.
Dalam sambutannya, Bupati Elvis Tabuni menegaskan bahwa tugu tersebut bukan sekadar bangunan fisik, tetapi memiliki makna sejarah dan spiritual yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Puncak.
“Peresmian Tugu Injil ini merupakan momentum yang sangat penting dan bersejarah bagi masyarakat Kabupaten Puncak. Tugu ini bukan hanya bangunan biasa, tetapi simbol iman, sejarah, dan karya keselamatan Tuhan yang telah terjadi di Ilaga dan seluruh tanah Papua,” ujar Elvis.

Sejarah mencatat, pada 22 September 1956, tiga misionaris yaitu Pendeta Gordon F. Larson bersama rekannya D. Gibonis dan Jhon Elenberger tiba di Ilaga dan mulai melayani masyarakat dari suku Dani dan Damal. Kehadiran mereka menjadi awal penyebaran Injil di wilayah Puncak.
Menurut Bupati, pembangunan tugu ini juga bertujuan agar generasi muda tidak melupakan sejarah masuknya Injil di daerah tersebut.
“Sudah 70 tahun Injil masuk di sini. Banyak generasi muda yang tidak mengetahui kapan Injil pertama kali datang. Karena itu kita bangun tugu ini supaya mereka tahu bagaimana keadaan dahulu sebelum terang firman Tuhan datang,” jelasnya.
Selain meresmikan tugu tersebut, Pemerintah Kabupaten Puncak juga berencana membangun beberapa tugu Injil di lokasi bersejarah lainnya. Bahkan, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan tugu peringatan masuknya Injil Katolik serta monumen “Tuhan Yesus Mengurapi” di empat penjuru Ilaga yang akan menghadap ke pusat kota sebagai simbol perlindungan dan berkat bagi ibu kota Kabupaten Puncak.
Ketua Sinode GKII Wilayah II, Hans Wakerwa, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas inisiatif tersebut. Ia menilai langkah ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai Injil telah membentuk kehidupan masyarakat hingga melahirkan pemimpin daerah.

“Bupati Elvis adalah buah nyata dari hasil pekabaran Injil di tanah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Patricia Pane Jordan, putri dari misionaris Gordon F. Larson, mengungkapkan rasa haru dan terima kasih karena perjuangan para misionaris yang pernah melayani di Papua masih dikenang hingga saat ini.
“Injil telah membawa dampak besar hingga ke lembah-lembah yang paling jauh. Pesan saya, jangan hanya mengingatnya melalui tugu, tetapi biarlah nilai-nilai Injil itu hidup dalam kehidupan kita sehari-hari,” ungkapnya.
Peresmian Tugu Masuknya Injil di Ilaga ini diharapkan menjadi simbol sejarah sekaligus pengingat bagi generasi muda tentang perjalanan panjang masuknya Injil serta kontribusi para pelayan Tuhan dalam membangun kehidupan masyarakat di Kabupaten Puncak. (Cornel)

































































































