SURABAYA, HarianTerbaruPapua.com – Perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri media. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua menghadirkan Akademisi Universitas Airlangga sekaligus Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), Jokhanan Kristiyono, dalam kegiatan Sharing Session dan Learning Visit Wartawan Ekonomi Provinsi Papua di Surabaya, Jawa Timur, Senin (27/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas jurnalis Papua agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital tanpa mengabaikan kualitas dan etika jurnalistik.
Dalam sesi bertajuk “Tantangan Industri Media di Era Artificial Intelligence”, Jokhanan memaparkan berbagai tantangan yang kini dihadapi perusahaan media, mulai dari disrupsi teknologi AI, strategi menjaga keberlanjutan bisnis media, hingga pentingnya mempertahankan kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi insan pers saat ini bukanlah kehadiran AI, melainkan kemampuan jurnalis untuk beradaptasi dan terus meningkatkan kompetensinya di tengah perubahan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
“Tantangan sekarang adalah bagaimana wartawan memiliki daya lenting (resilience) untuk terus beradaptasi dan bertransformasi menghadapi era digital, terutama dengan hadirnya Artificial Intelligence,” ujar Jokhanan.
Ia menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan profesi wartawan. Sebaliknya, jurnalis harus menjadi pihak yang menguasai dan mengendalikan teknologi tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung proses jurnalistik.

“Apakah AI bisa menggantikan jurnalis? Tidak. Justru jurnalislah yang harus menjadi penguasa AI. Teknologi bisa digunakan untuk hal yang baik maupun buruk, sehingga manusialah yang menentukan bagaimana teknologi dimanfaatkan secara bertanggung jawab,” tegasnya.
Jokhanan mengapresiasi langkah Bank Indonesia Provinsi Papua yang secara konsisten menyelenggarakan program capacity building bagi wartawan ekonomi. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang penting bagi insan pers di Papua untuk terus meningkatkan kapasitas dan memperoleh kesempatan belajar yang setara dengan jurnalis di berbagai daerah lain di Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi Bank Indonesia Papua yang memberikan kesempatan kepada teman-teman media dan jurnalis Papua untuk terus beradaptasi, meningkatkan kapasitas, dan mengembangkan kompetensinya. Ini penting karena kompetensi menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan industri media saat ini,” katanya.

Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor utama agar media tetap mampu menghasilkan karya jurnalistik yang kredibel di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Selain itu, Jokhanan juga menyoroti tantangan lain yang dihadapi industri media, yakni semakin berkembangnya praktik citizen journalism atau jurnalisme warga. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut seluruh pihak untuk memperkuat literasi digital agar masyarakat mampu membedakan informasi yang akurat dengan informasi yang belum terverifikasi.

“Penguatan literasi digital bukan hanya menjadi tanggung jawab wartawan, tetapi juga masyarakat dan lembaga pemerintah. Semua harus memiliki kemampuan memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi secara bijak di era digital,” tutup Jokhanan. (Redaksi)























































































