JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Telkomsel memperkuat jaringan telekomunikasi sekaligus menghadirkan berbagai program penjualan dan customer engagement selama Festival Danau Sentani (FDS) XV yang berlangsung pada 3–5 September 2026 di Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Dukungan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dan pengunjung tetap mendapatkan konektivitas optimal sekaligus menikmati berbagai penawaran selama festival yang mengusung tema “Budayaku adalah Hidupku”.
FDS XV digelar setelah rangkaian pra-event pada 25–29 Agustus 2026. Festival ini menghadirkan pertunjukan budaya, seni, atraksi tradisional, serta kegiatan yang melibatkan masyarakat adat dan pelaku UMKM.
FDS XV dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Enik Ermawati (Ni Luh Puspa), bersama Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri dan Bupati Jayapura Yunus Wonda.
Sejumlah atraksi khas Papua turut memeriahkan festival, mulai dari tradisi menyelam untuk menangkap ikan sambil merokok di dalam air, tarian adat, tradisi tekok sagu dan ulat sagu, hingga panen ulat sagu. Pengunjung juga dapat menyaksikan karnaval budaya, atraksi di atas air Danau Sentani, pertunjukan isosolo yang melibatkan 18 kampung, musik akustik Papua, serta atraksi yospan kolosal.
Dari sisi jaringan, Telkomsel menghadirkan 1 unit Combat FDS sebagai dukungan tambahan jaringan di kawasan festival dan sekitarnya. Penguatan kapasitas dilakukan menggunakan teknologi Massive MIMO pada TDD 2300 MHz serta FDD 1800 MHz dan 2100 MHz untuk mengakomodasi peningkatan trafik data selama kegiatan berlangsung.
Telkomsel juga melakukan live optimization secara berkelanjutan sejak pra-event hingga seluruh rangkaian FDS XV berakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memantau performa jaringan secara langsung dan menjaga kualitas layanan di tengah meningkatnya mobilitas serta kepadatan pengunjung.
General Manager Region Network Operations and Productivity Maluku and Papua Telkomsel, Fredy Siswanto Lebo, mengatakan konektivitas menjadi bagian penting dalam kegiatan festival, baik untuk komunikasi maupun aktivitas digital dan usaha masyarakat.
“Saat menghadiri festival seperti ini, masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati pertunjukan, tetapi juga menggunakan konektivitas untuk berkomunikasi, berbagi momen melalui media sosial, mengakses berbagai layanan digital, hingga mendukung aktivitas usaha,” kata Fredy.

Menurutnya, berbagai penguatan dan optimalisasi jaringan dilakukan agar masyarakat dapat tetap terhubung dengan nyaman selama Festival Danau Sentani berlangsung.
Selain jaringan, Telkomsel menghadirkan sejumlah program sales dan customer engagement khusus FDS XV. Pelanggan dapat menikmati diskon 15 persen untuk pembelian paket dengan minimum transaksi Rp100 ribu.
Telkomsel juga menyediakan paket Rp15 ribu berupa voucher internet 10 GB dengan masa berlaku tiga hari. Program tersebut memberikan pilihan konektivitas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan selama festival.
Dukungan terhadap ekonomi lokal juga diberikan melalui penyediaan tenda bagi pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam FDS XV. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperkenalkan produk kepada pengunjung sekaligus membuka peluang transaksi selama festival.

Untuk memperluas informasi kepada pelanggan, Telkomsel menjalankan campaign FDS melalui SMS blast kepada 3.600 pelanggan. Telkomsel juga menghadirkan aktivitas penukaran Telkomsel Poin dengan merchandise sebagai bentuk apresiasi sekaligus bagian dari pengalaman pelanggan selama mengikuti festival.
“Kami berharap dukungan yang diberikan Telkomsel dapat ikut memperkuat kemeriahan Festival Danau Sentani XV dan memberikan pengalaman yang positif bagi seluruh masyarakat, pengunjung, pelaku UMKM, serta para pelaku seni dan budaya yang terlibat,” ujar Fredy.
Ia menegaskan, semangat “Melayani Sepenuh Hati” diwujudkan melalui kehadiran dan dukungan nyata, mulai dari menjaga konektivitas tetap optimal hingga memberikan manfaat bagi pelanggan dan masyarakat.
“Kami ingin selalu hadir di setiap momen yang berarti bagi masyarakat Papua,” tutup Fredy. (Rilis)






























































































