SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Setelah beberapa tahun tidak beroperasi akibat kerusakan, Kapal Foi Moi milik BUMD Kabupaten Jayapura kembali mengarungi perairan Danau Sentani. Kembalinya kapal berkapasitas 89 penumpang ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat transportasi air, tetapi juga menjadi bagian dari rencana pengembangan wisata berbasis desa.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, Irwanto Fransiskus Halitopo, mengatakan Kapal Foi Moi telah menjalani serangkaian perbaikan dan uji kelayakan sebelum kembali dioperasikan.
Pelayaran perdana dilakukan pada 27 Agustus 2026 sebagai bagian dari pra-event Festival Danau Sentani. Untuk tahap awal, kapal melayani satu perjalanan setiap hari pada pukul 16.00 WIT.
Antusiasme masyarakat pun mulai terlihat. Pada pelayaran perdana tercatat 22 penumpang, kemudian meningkat menjadi 25 orang pada hari kedua, 34 orang pada hari ketiga, hingga mencapai 65 penumpang pada hari keempat.
Menurut Irwanto, tren tersebut menjadi indikator positif bahwa masyarakat mulai kembali tertarik menggunakan transportasi air di Danau Sentani.
“Di awal perdana jumlah penumpang 22 orang, kemudian hari kedua 25, hari ketiga 34, dan hari keempat mencapai 65 orang,” ujarnya, Rabu (2/9/2026).

Kapal Foi Moi melayani rute Ayapo, BJB hingga Hosena dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Meski memiliki kapasitas hingga 89 penumpang, frekuensi pelayaran masih dibatasi satu kali perjalanan per hari.
Kebijakan tersebut akan dievaluasi dengan mempertimbangkan tingkat keterisian penumpang serta biaya operasional kapal yang relatif besar.
Dishub Kabupaten Jayapura kini tidak ingin Kapal Foi Moi hanya menjadi sarana transportasi antarkawasan. Pemerintah mulai menyiapkan konsep agar kapal tersebut dapat menjadi bagian dari paket wisata Danau Sentani.
Rencananya, Dishub akan berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata untuk mengembangkan sejumlah kampung yang berada di jalur pelayaran menjadi destinasi wisata atau desa wisata.
Namun, rencana tersebut masih menghadapi persoalan infrastruktur, terutama kondisi sejumlah dermaga yang belum memenuhi standar untuk melayani Kapal Foi Moi.
“Kalau bisa ada lima atau sepuluh desa tujuan kapal ini, nanti kita masuk dari sisi dermaganya. Dermaganya kita bikin sesuai standar kapal,” kata Irwanto.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan rantai ekonomi baru. Wisatawan tidak hanya menikmati perjalanan di atas Danau Sentani, tetapi juga dapat singgah di kampung-kampung, mengenal budaya lokal, membeli produk UMKM, hingga menikmati kuliner khas masyarakat.
Pada masa pra-event, tiket Kapal Foima dipatok Rp83 ribu per penumpang. Sementara selama pelaksanaan event, tarif direncanakan sekitar Rp100 ribu.
Pengelola juga menggandeng Bank Papua melalui program cashback Rp20 ribu untuk transaksi tertentu, sehingga penumpang berkesempatan memperoleh harga tiket yang lebih terjangkau.
Dari sisi fasilitas, Kapal Foi Moi telah dilengkapi toilet pria dan wanita, ruang VIP, ruang rapat, area tempat duduk penumpang, serta fasilitas makanan dan minuman.
Aspek keselamatan juga menjadi perhatian dengan tersedianya pelampung dan jaket keselamatan bagi penumpang.
Dishub berharap kembalinya Kapal Foima menjadi momentum untuk menghidupkan kembali transportasi air sekaligus membuka akses wisata baru di Danau Sentani.
Jika jumlah penumpang terus bertambah, pemerintah akan mengevaluasi kemungkinan menambah frekuensi maupun waktu pelayaran.
Kapal Foi Moi pun kini diharapkan bukan sekadar kembali berlayar, tetapi menjadi jembatan baru yang menghubungkan transportasi, pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat di sekitar Danau Sentani. (Cornelia)






























































































