SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Tawaran kerja sama dari Seychelles membuka peluang baru bagi Kabupaten Jayapura untuk membawa kekayaan budaya dan kuliner Papua ke panggung pariwisata internasional. Namun, peluang tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk mengubah Festival Danau Sentani dari sekadar agenda tahunan menjadi mesin promosi pariwisata yang berkelanjutan.
Duta Besar Seychelles, Nico Barito, menyatakan kesiapannya membantu Pemerintah Kabupaten Jayapura mempromosikan potensi wisata dan budaya Sentani melalui jaringan pariwisata internasional.
Menurut Barito, kekuatan utama pariwisata Papua tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada masyarakat dan kebudayaan yang hidup di dalamnya.
“Saya sangat bangga melihat keindahan Sentani, melihat semangat masyarakat. Saya percaya apa pun yang dikerjakan Pak Bupati ini adalah untuk rakyat, untuk masyarakat Sentani,” kata Barito.
Ia menegaskan, masyarakat harus ditempatkan sebagai pusat pengembangan pariwisata. Sebab, wisatawan tidak hanya mencari panorama alam, tetapi juga pengalaman, identitas budaya, kuliner, seni, dan kehidupan masyarakat lokal.
“When you talk about tourism, you talk about the people,” ujarnya.
Barito kemudian membandingkan pengalaman Seychelles sebagai negara kepulauan dengan Indonesia. Seychelles memiliki sekitar 115 pulau dan menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor penting perekonomiannya. Sementara Indonesia memiliki ribuan pulau dengan kekayaan alam dan budaya yang jauh lebih beragam.
Menurutnya, keunggulan tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai potensi, tetapi dikemas menjadi produk pariwisata yang mampu dijual ke pasar global.
“Kalau orang ke Seychelles hanya melihat pantai, hanya melihat gunung yang indah, lama-lama bosan juga. Tetapi dengan adanya aneka ragam produk Indonesia, mereka merasa ada sesuatu yang baru di Seychelles,” katanya.
Salah satu gagasan konkret yang ditawarkan Barito adalah membawa kuliner dan budaya Sentani ke Seychelles.
Ia bahkan berharap pada momentum Natal tahun ini, papeda dan kuliner khas Papua sudah dapat diperkenalkan kepada masyarakat Seychelles.
“Harapan saya adalah Pak Bupati, tahun ini mudah-mudahan hari Natal ada papeda di Seychelles. Tolong bawa papeda ke Seychelles, kita bikin kuliner Sentani,” ujarnya.
Tak hanya makanan, Barito juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jayapura membawa tarian dan ekspresi budaya Sentani ke Seychelles.
Ia menyatakan siap membantu memfasilitasi promosi tersebut.
“Bapak jangan pikirkan anggaran. Yang penting Bapak berangkat, saya atur,” katanya.

Tawaran ini menjadi menarik karena promosi budaya dilakukan melalui pendekatan pertukaran, bukan semata-mata promosi konvensional. Seychelles memperoleh atraksi dan pengalaman budaya baru, sementara Kabupaten Jayapura mendapatkan akses untuk memperkenalkan destinasi dan produk budayanya kepada jaringan internasional.
“Sentani juga ada peluang untuk berpromosi ke dunia dengan modal yang lebih rendah, lebih murah, lebih efektif,” kata Barito.
Di balik tawaran kerja sama tersebut, Barito menyampaikan catatan penting kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura: Festival Danau Sentani jangan berhenti sebagai pesta tahunan.
Menurutnya, festival memang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dalam waktu singkat. Namun, dampaknya akan jauh lebih besar apabila kegiatan tersebut dilanjutkan dengan program yang berlangsung sepanjang tahun.
“Festival itu bukan event, Pak. Memang satu hari, satu minggu membuat acara, membuat ekonomi rakyat hidup, pasti ekonomi bertambah. Tetapi kalau dilanjutkan dengan program rutin tahunan, ada workshop, ada cultural workshop, ada pertukaran pengalaman,” ujarnya.
Pandangan tersebut menjadi tantangan bagi pengelolaan pariwisata Kabupaten Jayapura. Festival tidak cukup hanya menghadirkan panggung pertunjukan, keramaian, dan kunjungan wisatawan. Setelah festival berakhir, harus ada produk budaya yang terus dipasarkan, pelaku usaha yang terus diberdayakan, serta jaringan promosi yang tetap bekerja.
Jika gagasan tersebut benar-benar ditindaklanjuti, Festival Danau Sentani dapat berkembang dari sekadar event wisata menjadi pintu masuk diplomasi budaya Papua.
Barito memastikan dirinya siap membantu pemerintah daerah maupun Indonesia untuk mengembangkan kerja sama tersebut.
“Saya siap membantu Pak Bupati, saya siap membantu Indonesia,” katanya.
Kerja sama promosi budaya dan pariwisata Seychelles dan Kabupaten Jayapura kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan secara simbolis yang disaksikan para undangan pada puncak Festival Danau Sentani.
Kini, tantangannya berada di tangan Pemerintah Kabupaten Jayapura, apakah tawaran tersebut akan berhenti sebagai seremoni di panggung festival, atau benar-benar diterjemahkan menjadi promosi budaya Papua yang menembus pasar internasional. (Cornelia)





























































































