SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Jenazah Wili Mbuik, salah satu pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan di Distrik Muliama, Papua Pegunungan, tiba di Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (10/9/2026) siang.
Jenazah Wili Mbuik tiba sekitar pukul 11.50 WIT menggunakan pesawat Trigana Air Cargo PK-YSV dan langsung ditangani petugas di area Apron II Bandara Sentani.
Wili Mbuik merupakan perempuan yang bekerja sebagai pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Ia mengalami luka tembak di bagian pinggang kanan dalam insiden penembakan yang terjadi di Distrik Muliama pada Rabu (9/9/2026).
Peristiwa tersebut menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Selain Wili Mbuik, korban lainnya yakni Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Meha. Ketiganya sebelumnya berada dalam rombongan yang menjalankan tugas di wilayah Muliama.
Setelah pesawat mendarat, sekitar pukul 11.58 WIT, jenazah Wili diturunkan dari pesawat. Dua menit kemudian, jenazah dipindahkan ke tempat yang telah disiapkan petugas cargo Bandara Sentani untuk menunggu penerbangan lanjutan.
Proses kedatangan jenazah mendapat pengamanan dari Kapolsek Kawasan Bandara Sentani IPTU Wajedi bersama anggota Polsek Kawasan Bandara Sentani, petugas cargo bandara, serta anggota BKO Kopasgat Lanud Silas Papare.

Jenazah selanjutnya direncanakan dipulangkan ke Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan.
Dari Jayapura, jenazah dijadwalkan melanjutkan penerbangan menuju Makassar. Selanjutnya, jenazah akan diterbangkan ke Jakarta pada Kamis malam sebelum melanjutkan perjalanan menuju Kupang pada Jumat dini hari.
Berdasarkan rencana perjalanan, jenazah dijadwalkan tiba di Bandara El Tari Kupang pada Jumat (11/9/2026) pagi.
Sementara itu, pascapenembakan di Muliama, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Faizal Ramadhani menyatakan aparat melakukan penyelidikan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi pelaku, dan memastikan pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum. Aparat juga melakukan penyisiran dan pendalaman terhadap saksi-saksi di sekitar lokasi kejadian.
Proses pemindahan dan keberangkatan jenazah dari Bandara Sentani berlangsung aman dan terkendali. (Cornelia)































































































