TOLIKARA, HarianTerbaruPapua.com – Persiapan Konferensi Ke-I Klasis Longgoboma terus dimatangkan. Panitia bersama para hamba Tuhan dan 13 gembala jemaat mengajak Pemerintah Kabupaten Tolikara, para pemimpin wilayah, seluruh jemaat, serta berbagai pihak untuk bersama-sama menyukseskan konferensi yang dijadwalkan berlangsung pada 5 hingga 10 Oktober.
Ketua Panitia Konferensi Ke-I Klasis Longgoboma, Meky Wandik mengatakan bahwa persiapan telah dilakukan sejak kepanitiaan dibentuk pada Agustus 2026. Selama kurang lebih dua bulan, panitia mempersiapkan berbagai kebutuhan sekaligus membangun komunikasi dengan sejumlah pihak yang diharapkan hadir dan memberikan dukungan.
“Selama kesiapan kami sebagai panitia, sejak dibentuk dari bulan Agustus, selama dua bulan kami melakukan kegiatan persiapan Konferensi Klasis Longgoboma. Kami sudah mengundang berbagai pihak untuk menghadiri kegiatan Konferensi Klasis Longgoboma yang ke-I,” ujar Meky kepada awak media, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, sebagian besar persiapan telah dilakukan. Namun, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu dilengkapi sehingga panitia tetap mengharapkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kami sangat mengharapkan juga segala uluran tangan untuk membantu kami dalam segala kekurangan,” katanya.
Meky secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, terutama Bupati Tolikara, atas dukungan yang telah diberikan untuk menunjang persiapan konferensi.
“Atas nama panitia Konferensi Klasis Longgoboma yang ke-I, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tolikara, terutama Bapak Bupati Tolikara yang telah membantu kami, termasuk air bersih dan kebutuhan lainnya,” ungkapnya.

Dukungan juga diberikan sejumlah organisasi perangkat daerah. Meky menyebut Bappeda membantu kebutuhan konsumsi berupa beras sebanyak dua ton, gula, kopi, dan perlengkapan memasak. Sementara Dinas Pekerjaan Umum turut memberikan bantuan peralatan memasak.
Selain itu, terdapat pula bantuan dari pihak lain berupa beras satu ton dan gula sebanyak lima karung untuk mendukung kebutuhan selama kegiatan berlangsung.
“Semua persiapan kami sudah siap. Tinggal beberapa kekurangan yang masih harus kami lengkapi,” jelas Meky.
Sementara itu, Mewakili para hamba Tuhan Klasis Longgoboma, Pdt. Nahum Wandik mengajak seluruh pihak mengambil bagian dalam menyukseskan konferensi perdana tersebut.
Menurut Nahum, konferensi ini menjadi salah satu agenda penting bagi kehidupan pelayanan gereja di wilayah Klasis Longgoboma. Karena itu, keterlibatan pemerintah, para pemimpin wilayah, jemaat, dan pihak lainnya sangat diharapkan.

“Kami mewakili hamba-hamba Tuhan Klasis Longgoboma bersama panitia konferensi Klasis Longgoboma mengimbau untuk menyelenggarakan dan menyukseskan Konferensi Klasis Longgoboma yang pertama, tanggal 5 sampai tanggal 10 Oktober,” kata Nahum.
Ia secara khusus mengundang para pemimpin di wilayah Tolikara dan Pemerintah Kabupaten Tolikara untuk hadir serta mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Karena itu kami memohon kepada semua pemimpin wilayah Tolikara dan juga pemerintah Tolikara bersama-sama menghadiri konferensi ini,” ujarnya.
Ajakan tersebut juga ditujukan kepada seluruh jemaat yang berada di bawah Klasis Longgoboma.
“Kepada semua jemaat di bawah Klasis Longgoboma, kami juga mengharapkan untuk bersama-sama menyukseskan konferensi ini,” katanya.
Nahum menjelaskan, meskipun kepanitiaan telah dibentuk sebelumnya, keterbatasan kemampuan membuat persiapan secara intensif baru mulai dilakukan sejak Agustus.
“Panitia sudah lama dibentuk, tetapi karena kekurangan kemampuan, baru mulai bergerak sejak Agustus kemarin. Sekarang kami sudah mau finish,” jelasnya.

Karena itu, ia kembali mengajak seluruh jemaat untuk bergandengan tangan menyelesaikan berbagai persiapan yang masih tersisa.
“Karena itu kami minta semua jemaat Klasis Longgoboma untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” tegasnya.
Berdasarkan penjelasan panitia dan hamba Tuhan, rangkaian kegiatan akan dimulai dengan persiapan pada 5 Oktober. Pada 6 Oktober, kegiatan dilanjutkan dengan agenda penerimaan dukungan atau sumbangan sekaligus persiapan akhir.
Sementara pembukaan Konferensi Ke-I Klasis Longgoboma dijadwalkan pada 7 Oktober. Rangkaian konferensi kemudian berlangsung hingga agenda akhir yang direncanakan pada 10 Oktober.
Panitia berharap konferensi perdana tersebut tidak hanya berjalan lancar secara teknis, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan para gembala, jemaat, pemerintah, dan berbagai pihak dalam mendukung pelayanan gereja di wilayah Klasis Longgoboma.

“Atas nama seluruh pengurus Klasis Longgoboma dan 13 gembala jemaat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati secara khusus dan semua SKPD yang sudah memberkati dan membantu kita,” ujar Nahum.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada gereja-gereja serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan.
Dengan dukungan yang terus diberikan, panitia berharap seluruh kebutuhan yang masih tersisa dapat terpenuhi sehingga Konferensi Ke-I Klasis Longgoboma dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan menjadi momentum penting bagi penguatan kebersamaan serta pelayanan jemaat di wilayah tersebut. (Kosay J. Kogoya)




























































































