SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Keluarga almarhumah Jaqualine Rosalin Katunggung mendesak oknum Kepala Dinas berinisial THT di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jayapura agar bertanggung jawab atas kecelakaan maut yang menewaskan anggota keluarga mereka. Keluarga juga meminta Bupati Jayapura serius menyikapi kasus tersebut dan memastikan proses hukum berjalan tanpa pandang bulu.
Jaqualine, yang berprofesi sebagai guru honorer di SMK Pembangunan dan Pertanian Kabupaten Jayapura, menjadi korban kecelakaan bersama suaminya di Jalan Raya Kemiri, Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Minggu (25/10/2026), sekitar pukul 23.45 WIT.
Isak tangis mengiringi kepergian Jaqualine Rosalin Katunggung saat jenazahnya dimakamkan di Pekuburan Sereh, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (27/10/2026). Kepergian guru honorer tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terlebih suaminya juga menjadi korban dalam kecelakaan yang sama.
Berdasarkan keterangan keluarga, mobil yang diduga dikemudikan THT menabrak pasangan suami istri tersebut dari arah belakang. Akibat benturan itu, Jaqualine dilaporkan terseret mobil yang menabraknya. Pengemudi kemudian diduga meninggalkan lokasi kejadian tanpa memberikan pertolongan kepada korban.
Sementara itu, suami almarhumah juga mengalami luka-luka di sejumlah bagian tubuhnya dan saat ini masih dalam kondisi cedera.
Orang tua almarhumah, Marike Eluway, bersama suaminya, Okto Katunggung, mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kejadian tersebut. Mereka meminta agar pihak yang diduga terlibat tidak menghindari tanggung jawab dan segera menghadapi proses hukum.

Keluarga juga menyampaikan dugaan bahwa THT berkendara dalam pengaruh minuman beralkohol dengan kecepatan tinggi saat kejadian. Mereka meminta agar dugaan tersebut diselidiki secara menyeluruh oleh pihak kepolisian.
“Ini nyawa manusia. Kami sebagai orang tua meminta agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Kami tidak mau prosesnya berlarut-larut. Dia harus bertanggung jawab,” tegas Marike.
Keluarga secara khusus meminta Bupati Jayapura memberikan perhatian serius terhadap kasus ini. Menurut mereka, jabatan yang diemban seseorang tidak boleh menjadi alasan untuk menghindari pertanggungjawaban apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum.
Selain proses hukum, keluarga juga meminta agar penyelesaian melalui mekanisme adat dibicarakan dengan pihak terkait. Mereka berharap perwakilan keluarga pihak yang diduga terlibat segera datang menemui keluarga korban untuk membicarakan tanggung jawab dan langkah penyelesaian selanjutnya.
Keluarga mengaku hingga memberikan keterangan belum ada perwakilan pihak terkait yang menemui mereka. Setelah rangkaian ibadah pengucapan syukur dan pemakaman, keluarga berencana berkumpul untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk berkoordinasi dengan kepolisian.
Keluarga berharap kepolisian mengusut tuntas kecelakaan yang diduga merupakan tabrak lari tersebut, termasuk memastikan kronologi kejadian dan dugaan kondisi pengemudi saat berkendara. Mereka menegaskan bahwa keadilan bagi almarhumah dan pertanggungjawaban terhadap keluarga merupakan hal yang harus diperjuangkan. (Cornelia)































































































