JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua menggelar kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi Provinsi Papua yang diikuti insan pers dari media cetak, elektronik, dan siber. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 3-4 Juli 2026, di Suni Garden Lake Hotel, Sentani, Kabupaten Jayapura, secara resmi dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas wartawan dalam memahami isu-isu ekonomi serta menyajikannya kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan edukatif.
Dalam kegiatan itu, BI Papua menghadirkan Senior Jurnalis sekaligus Direktur Kompas Institute, Andreas Maryoto, sebagai narasumber utama untuk memperkuat pemahaman wartawan mengenai isu-isu ekonomi dan tantangan pemberitaan di era dinamika ekonomi global dan domestik yang semakin kompleks.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Warsono, mengatakan kebutuhan masyarakat terhadap informasi ekonomi yang akurat, kredibel, dan mudah dipahami terus meningkat. Karena itu, peran insan pers sangat penting, tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai jembatan yang menghubungkan kebijakan publik dengan pemahaman masyarakat terhadap kebijakan tersebut.
“Di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks, pemberitaan yang berimbang dan berbasis data akan membantu membangun optimisme, memperkuat kepentingan publik, sekaligus mendorong pengambilan keputusan ekonomi yang lebih baik di masyarakat,” ujar Warsono, Jumat (3/7/2026).
Menurutnya, di Tanah Papua, peran pers memiliki makna yang sangat strategis mengingat karakteristik wilayah yang luas, keberagaman budaya, dan tantangan pembangunan yang khas. Media menjadi salah satu penghubung utama dalam menyajikan informasi yang objektif dan konstruktif kepada seluruh lapisan masyarakat.
Warsono menambahkan, selama ini pers telah berkontribusi dalam mengangkat berbagai potensi daerah, mulai dari investasi, pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, hingga berbagai inovasi pembangunan yang lahir dari daerah-daerah di Papua.
“Potensi-potensi tersebut akan semakin dikenal luas apabila terus disuarakan melalui karya-karya jurnalistik yang berkualitas,” katanya.

Melalui kegiatan Capacity Building ini, Bank Indonesia berharap dapat memperkuat sinergi dengan insan pers di Provinsi Papua. Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang diskusi yang terbuka untuk saling bertukar perspektif serta memperkaya pemahaman mengenai berbagai isu ekonomi, sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan, pengendalian inflasi, dan perkembangan ekonomi yang relevan dengan Papua.
Warsono menilai, isu ekonomi dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga dibutuhkan pemahaman yang komprehensif dalam menyajikannya kepada publik. Kehadiran Andreas Maryoto yang memiliki pengalaman panjang di dunia jurnalistik diharapkan dapat menambah wawasan dan kompetensi para jurnalis di Papua.
Ia meyakini, kolaborasi yang kuat antara Bank Indonesia dan insan pers akan menghasilkan ekosistem informasi yang berkualitas dan bermanfaat bagi berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat umum.
“Dengan kapasitas jurnalistik yang terus berkembang, kami berharap pemberitaan yang dihasilkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga memberikan nilai edukasi, memperkuat literasi ekonomi masyarakat, serta mendukung terciptanya stabilitas dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Tanah Papua,” tutupnya. (Redaksi)






















































































