SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Penghentian sementara penyaluran BBM subsidi jenis Solar di SPBU Lasminingsih Hawai, Kabupaten Jayapura, dipastikan bukan akibat sanksi dari Pertamina. Keputusan tersebut diambil atas permintaan pengelola SPBU setelah situasi keamanan di lokasi dinilai semakin tidak terkendali akibat antrean panjang yang diwarnai aksi oknum tertentu.
Communication Relations Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Bramantyo Rahmadi, menegaskan bahwa Pertamina tidak pernah menjatuhkan SPBUi.
Menurutnya, penghentian distribusi Solar dilakukan semata-mata untuk melindungi keselamatan petugas dan masyarakat setelah terjadi keributan dalam antrean yang melibatkan pihak-pihak yang mengatasnamakan hak ulayat.
“Saat ini, Pertamina bersama pengelola SPBU terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian agar pelayanan Solar dapat kembali dibuka setelah ada jaminan keamanan,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Bramantyo juga memastikan stok BBM subsidi di wilayah tersebut tetap tersedia dan tidak mengalami kendala pasokan.
Manajer SPBU Lasminingsih, Richardo, mengungkapkan bahwa kondisi di lapangan sudah tidak lagi kondusif. Antrean kendaraan, khususnya truk, mengular hingga ke badan jalan dan kerap dikuasai oleh oknum yang bertindak semena-mena.
Petugas keamanan SPBU disebut sudah tidak mampu mengendalikan situasi, bahkan operator pengisian BBM mendapat ancaman ketika berusaha menertibkan antrean. Akibatnya, masyarakat yang benar-benar membutuhkan Solar justru kesulitan memperoleh haknya.
Menurut Richardo, persoalan semakin rumit karena sebagian oknum diduga berada di bawah pengaruh minuman keras dan terus memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi.
Meski telah berulang kali berkoordinasi dengan tokoh adat dan meminta bantuan kepolisian, gangguan kembali terjadi setiap kali aparat meninggalkan lokasi.
Karena itu, manajemen memutuskan menghentikan sementara pelayanan Solar sambil menunggu langkah nyata dari Pemerintah Kabupaten Jayapura. Sementara itu, pelayanan BBM non-subsidi seperti Pertalite, Dexlite, dan Pertamax tetap berjalan normal.
Dampak penghentian distribusi Solar langsung dirasakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura. Sebanyak 27 armada kebersihan sempat tidak dapat beroperasi karena kesulitan memperoleh Solar, sehingga pengangkutan sampah di wilayah Sentani ikut terganggu.
Kepala DLH Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola SPBU agar armada kebersihan mendapat akses khusus pengisian BBM sehingga pelayanan dapat kembali berjalan.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Jayapura segera membentuk tim gabungan atau Satgas Pengamanan SPBU yang melibatkan Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Jayapura, LSM, dan media guna melakukan pengawasan rutin terhadap distribusi BBM subsidi.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar penyaluran Solar benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Salmon pun mengimbau masyarakat tetap tenang karena proses pengangkutan sampah akan kembali dilakukan secara bertahap, serta meminta para pelaku usaha tetap tertib dalam pengelolaan sampah selama masa pemulihan pelayanan. (Cornelia)























































































