JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Menjelang pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang akan digelar pada 1 Agustus 2026, Kepala Bidang Urusan Agama Kristen Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Tony Sahertian, mengajak seluruh masyarakat Kristiani untuk menjadikan doa sebagai kekuatan spiritual dalam membangun bangsa yang berdaulat, adil, makmur, dan damai. Hal ini ia sampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, pada Kamis (30/07/2026).
Menurut Tony, dalam perspektif iman Kristen, doa merupakan napas kehidupan orang percaya sekaligus sarana membangun relasi dengan Tuhan dan sesama. Karena itu, doa tidak hanya berisi permohonan, tetapi juga pujian, ucapan syukur, pengakuan dosa, serta wujud penyerahan diri kepada kehendak Allah.
“Doa juga adalah dialog antara manusia dengan Allah. Melalui doa, umat memohon kepada Tuhan agar memberikan yang terbaik bagi kehidupan, termasuk bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Tony menjelaskan, Alkitab mengajarkan umat Kristen untuk senantiasa mendoakan pemerintah dan kehidupan berbangsa. Hal tersebut sebagaimana tertulis dalam 1 Tesalonika 5:17 yang mengingatkan umat untuk “berdoalah tanpa henti.”
Menurutnya, ajaran tersebut mengandung makna bahwa umat percaya terpanggil untuk terus memohon agar Indonesia senantiasa diberkahi dengan kedamaian, keadilan, persatuan, dan kesejahteraan.
“Doa bukan hanya menyampaikan permintaan, tetapi juga menjadi wujud kepedulian kepada sesama dan kepada pemerintah agar bangsa ini hidup dalam damai dan keadilan,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam ajaran Kristen, doa dipanjatkan kepada Allah Bapa di dalam nama Yesus Kristus. Keyakinan tersebut didasarkan pada Yohanes 14:13, yang menegaskan bahwa Tuhan mendengar dan menjawab doa umat-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.
Karena itu, Tony mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya umat Kristen, untuk bersama-sama memohon berkat Tuhan bagi Indonesia melalui doa menurut keyakinan masing-masing.
“Ketika seluruh umat beragama bersatu mendoakan bangsa ini, kita berharap Tuhan memberikan yang terbaik bagi Indonesia, sehingga kehidupan yang damai, adil, dan sejahtera dapat terus terwujud,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa doa harus dilandasi iman dan ketundukan kepada kehendak Tuhan. Menurutnya, manusia hanya dapat memohon, sementara keputusan akhir berada dalam kehendak Allah.
“Orang percaya berdoa dengan keyakinan bahwa Tuhan mendengar. Kita memohon kedamaian, kemakmuran, dan keadilan bagi bangsa ini, lalu menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan,” tuturnya.
Menjelang pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan pada 1 Agustus mendatang, Tony berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan lancar dan menjadi momentum mendoakan Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan Makmur. Kegiatan ini pu diharapkan dapat menjadi sarana mempererat persatuan bangsa di Tengah keberagaman.
“Harapan kami, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik. Melalui doa bersama, kita memohon kepada Tuhan agar Indonesia menjadi bangsa yang berdaulat, adil dan tentunya makmur” pungkasnya.
Zikir dan Doa Kebangsaan akan diselenggarakan pada tanggal 1 Agustus 2026 bertempat di Monumen Nasional, DKI Jakarta dan dapat disaksikan melalui kanal Youtube Kemenag RI pada pukul 19.00 WIT. (Rilis)




























































































