NABIRE, HarianTerbaruPapua.com – Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, secara resmi terpilih secara aklamasi menakhodai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Puncak periode 2026–2031. Keputusan strategis ini lahir melalui Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD II Partai Golkar Kabupaten Puncak yang berlangsung di Homestay Swiss, Siriwini, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Jumat (11/9/2026).
Naftali Akawal, menyatakan siap memikul amanah besar, akan melakukan konsulidasi, untuk membawa kejayaan partai berlambang pohon beringin di Kota dingin tersebut.
Ajang konsolidasi tingkat kabupaten ini turut dihadiri langsung oleh Ketua Harian DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Tengah, Willem Wandik. Terpilihnya Naftali Akawal secara aklamasi bukan sekadar pembagian kepemimpinan rutin, melainkan dibaca sebagai sinyal kuat soliditas internal partai sekaligus momentum akselerasi mesin politik Golkar menghadapi agenda elektoral nasional ke depan.
Usai dikukuhkan, Naftali menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh kader dan peserta Musda yang telah memberikan mandat penuh kepadanya untuk memimpin Golkar Puncak hingga lima tahun ke depan.
“Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan bersama. Golkar Kabupaten Puncak akan kita bangun dengan fondasi semangat kebersamaan, disiplin organisasi, dan loyalitas mutlak demi kejayaan partai,” tegas Naftali.
Ia juga mengapresiasi jajaran DPD I Partai Golkar Papua Tengah yang sukses mengawal proses Musda hingga berjalan aman, tertib, dan demokratis. Di hadapan para kader berlambang pohon beringin tersebut, Naftali langsung membakar semangat juang kader dengan mematok target politik yang ambisius namun realistis.
Jika pada periode saat ini Golkar hanya mengamankan 2 kursi di DPRK Puncak, maka pada kontestasi legislatif berikutnya, target minimal melonjak drastis menjadi 5 hingga 6 kursi.
“Untuk mewujudkannya, langkah taktis langsung dieksekusi. Kami akan memperkuat konsolidasi menyeluruh hingga tingkat akar rumput, menyasar 25 komisariat distrik (komdis) serta 206 kampung. Golkar Puncak harus hadir nyata dan merebut hati rakyat,” tandasnya.
Langkah konkret tersebut akan diwujudkan melalui revitalisasi infrastruktur partai yang selama ini belum berjalan optimal, serta melahirkan terobosan-terobosan politik kerakyatan.
Sementara itu, Ketua Harian DPD I Partai Golkar Papua Tengah, Willem Wandik, dalam pandangannya menegaskan bahwa Musda Golkar Kabupaten Puncak ini merupakan instrumen penting dalam kerangka konsolidasi nasional. Ajang ini merefleksikan sinergisitas antara penguatan struktur, keberpihakan pada kader di daerah, serta komitmen menjaga stabilitas politik lokal menuju pematangan demokrasi.
“Kita harus bekerja mulai dari sekarang secara konsisten dan berkelanjutan. Penguatan posisi Partai Golkar di Kabupaten Puncak adalah harga mati sebagai persiapan matang menghadapi agenda-agenda besar demokrasi ke depan,” pungkas Willem Wandik. (Cornelia)































































































