JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Barisan Merah Putih (BMP) RI Provinsi Papua bersama jurnalis se-Jayapura menggelar pelatihan jurnalistik di salah satu hotel di Kota Jayapura, Selasa (15/9/2026).
Pelatihan mengusung tema “Jurnalisme Profesional di Era Digital: Fakta, Etika dan Kepercayaan Publik” dan diikuti puluhan peserta, terdiri dari wartawan serta peserta dari Barisan Merah Putih (BMP) RI Papua.
Kegiatan tersebut membahas sejumlah materi yang berkaitan dengan kerja jurnalistik, mulai dari teknik wawancara dan komunikasi dengan media, etika jurnalistik, verifikasi informasi, mengenali hoaks, hingga mengolah informasi menjadi berita.
Wakil Ketua DPD BMP RI Provinsi Papua, Paulinus Otniel H. Ohee, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk menambah pengetahuan peserta, khususnya anggota BMP, dalam memahami proses kerja jurnalistik.

“Kegiatan ini sangat baik, karena akan menambah pengetahuan wartawan dan paling khusus kami anggota BMP. Supaya kami bisa tahu bagaimana cara memproduksi berita, memilah berita dan menghindari hoaks,” kata Paul.
Menurutnya, pelatihan jurnalistik juga menjadi penting di tengah maraknya informasi yang beredar di ruang publik, termasuk berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
“Untuk itulah, BMP menggelar pelatihan jurnalistik ini untuk pers se-Jayapura dan OKP supaya sama-sama bisa belajar bahkan mengetahui bagaimana mengonsumsi informasi publik yang ada,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, Pemimpin Redaksi Kabar Papua, Cunding Levi, menjadi pemateri untuk materi Teknik Wawancara dan Komunikasi dengan Media.
Sementara itu, akademisi Universitas Muhammadiyah Papua, Dr. Nahria, menyampaikan materi Etika, Verifikasi dan Hoaks di Era Digital. Adapun materi “Dari Informasi Menjadi Berita” disampaikan Kepala LKBN ANTARA Papua, Hendrina Dian Kandipi.

Paul berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat dilanjutkan dengan kerja sama antara media dan peserta, khususnya bagi mereka yang ingin belajar menjadi wartawan.
Ia membuka peluang agar peserta pemula dapat mengikuti proses magang di media selama satu hingga dua bulan untuk mengenal secara langsung proses kerja jurnalistik.
“Bagaimana kerja wartawan, menyajikan informasi kredibel dan dapat dipublikasi hingga bisa dipercaya oleh pembaca,” ujarnya.
Paul juga mengatakan kegiatan serupa akan dilanjutkan dengan melibatkan mahasiswa. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami cara mengonsumsi dan menyampaikan informasi yang dapat dipercaya.

“Kegiatan ini akan berlanjut ke depan dengan peserta mahasiswa, supaya sama-sama bisa belajar bagaimana mengonsumsi informasi yang dapat dipercaya, akurat serta kredibel bahkan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Melalui pelatihan tersebut, peserta diharapkan semakin memahami proses kerja jurnalistik, mampu melakukan verifikasi terhadap informasi, serta dapat menyampaikan informasi kepada publik secara akurat, bertanggung jawab, dan sesuai dengan prinsip jurnalistik. (Redaksi)
































































































