MAMBERAMO RAYA, HarianTerbaruPapua.com — Dalam upaya meningkatkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan, khususnya terkait pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya menyelenggarakan pelatihan konseling menyusui bagi petugas gizi dan bidan dari 13 Puskesmas dan satu rumah sakit di delapan distrik.
Pelatihan yang berlangsung selama empat hari, sejak 28 hingga 31 Juli 2025, bertujuan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada ibu hamil dan menyusui, terutama dalam hal pentingnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi usia 0–6 bulan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya, Erni Purba, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka stunting dan meningkatkan derajat kesehatan anak di daerah.
“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petugas gizi dan bidan kami sebagai konselor. Mereka akan menjadi pendamping ibu-ibu hamil dan menyusui, sekaligus memberikan edukasi langsung tentang manfaat ASI eksklusif bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi,” ujarnya saat menutup rangkaian kegiatan pelatihan di Aula Kesehatan Mamberamo Raya, Kamis (31/7/2025).
Erni juga mengungkapkan bahwa capaian pemberian ASI eksklusif di Mamberamo Raya saat ini masih rendah, yakni sekitar 35 persen, jauh di bawah standar ideal nasional sebesar 80 persen.
“Lewat pelatihan ini, saya berharap para bidan dan petugas gizi yang kembali ke lapangan bisa mendorong peningkatan capaian tersebut. Setidaknya, dari yang sebelumnya di bawah 50 persen bisa meningkat signifikan,” harapnya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi teori dan praktik langsung sebagai konselor ASI, dipandu oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Papua, salah satunya adalah Ellen Kopouw.
“Kini kalian sudah resmi memiliki sertifikat sebagai konselor ASI. Jalankan tugas ini dengan penuh dedikasi. Jadilah pendengar yang baik agar dapat memahami persoalan yang dihadapi para ibu hamil dan menyusui,” pesan Ellen dalam arahannya.
Ia juga menekankan pentingnya integritas dan pendekatan spiritual dalam tugas pendampingan di lapangan.
Salah satu peserta pelatihan, bidan Nilla, mewakili kelompok Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), menyampaikan apresiasi dan kesan mendalam atas pelatihan ini.
“Selama ini pengetahuan kami sebatas pada manfaat ASI. Namun, untuk menyampaikannya secara efektif kepada ibu-ibu agar terus menyusui sampai dua tahun, kami masih kurang. Lewat pelatihan ini, kami lebih siap menjadi promotor di lapangan,” ungkapnya.
Nilla berharap pelatihan ini bisa menjadi langkah awal untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Mamberamo Raya dengan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ASI eksklusif.
(Wersay – Harian Terbaru Papua)
































































































