JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Langkah percepatan transformasi digital Indonesia semakin nyata dirasakan masyarakat Papua dengan hadirnya jaringan 5G Telkomsel. Menjawab kebutuhan konektivitas berkualitas tinggi, Telkomsel kini telah membangun lebih dari 3.000 titik jaringan 5G yang tersebar di 56 kota/kabupaten, termasuk area strategis di wilayah timur Indonesia seperti Jayapura dan sekitarnya.
Manager Service Quality Assurance Telkomsel Maluku and Papua, Sandy, menegaskan bahwa Telkomsel terus berkomitmen memperluas cakupan 5G secara masif.
“Kami menargetkan pemerataan akses jaringan 5G di seluruh Indonesia, termasuk di kawasan industri, residensial, hingga destinasi wisata prioritas nasional. Kehadiran Hyper 5G kami di Papua menjadi bukti bahwa pembangunan digital tidak lagi bersifat Jawa-sentris,” jelas Sandy.
Lebih dari sekadar kecepatan internet, Hyper 5G Telkomsel juga menawarkan latensi rendah yang menjadi fondasi bagi layanan-layanan canggih berbasis kecerdasan buatan (AI). Telkomsel kini telah mengintegrasikan teknologi ini dalam layanan pelanggan mereka seperti Asisten Virtual Veronika (untuk pelanggan ritel) dan Virtual Account Manager Ted (untuk pelanggan korporat), keduanya mampu merespons kebutuhan pelanggan secara instan melalui AI Service Operations Center.
Namun, ekspansi jaringan 5G bukan tanpa tantangan. Sandy mengungkapkan, implementasi jaringan generasi kelima ini sangat menuntut, baik dari sisi infrastruktur maupun teknis.
“Dibutuhkan jaringan backhaul berbasis serat optik yang luas serta proses integrasi yang rumit dengan sistem industri yang masih banyak menggunakan teknologi lama,” ungkapnya.
Meski menghadapi tantangan geografis dan infrastruktur, manfaat jaringan 5G sudah mulai dirasakan masyarakat Papua. Salah satunya adalah Muhammad Hasan, seorang pedagang kecil di kawasan Entrop, Jayapura. Menurutnya, kehadiran 5G membawa perubahan besar dalam cara mereka berdagang.
“Selama ini kami di Papua sering terkendala jaringan kalau mau jualan online atau promosi lewat media sosial. Tapi sekarang upload foto produk jadi cepat, komunikasi dengan pembeli lancar, bahkan ikut pelatihan digital bisa tanpa buffering,” ujar Hasan.
Ia menekankan bahwa jaringan cepat seperti 5G menjadi ‘jembatan’ bagi pelaku UMKM atau pedagang-pedagang kecil di Papua untuk bersaing dengan daerah lain.
“saya menitipkan pesan bagi generasi muda Papua, jangan cuma pakai 5G untuk hiburan. Gunakan buat belajar digital marketing, buka usaha online, atau cari ilmu. Anak muda Papua itu hebat-hebat, tinggal perlu koneksi dan semangat,” harapnya.
Tidak hanya pedagang, kalangan akademisi pun turut merasakan manfaat besar dari kehadiran 5G. Aldo Jerobiam, mahasiswa asal Jayapura, menyebut bahwa akses terhadap sumber ilmu kini semakin terbuka.
“5G adalah langkah besar memperkecil kesenjangan digital. Sekarang kami bisa akses jurnal internasional, ikut seminar daring, bahkan belajar coding tanpa terganggu jaringan lambat. Ini dulu sangat sulit di Papua,” kata Aldo.
Ia pun menyerukan peran aktif generasi muda dalam menyambut teknologi.
“Jangan hanya jadi penonton, tapi jadilah kreator. Bangun startup, ciptakan konten, dan manfaatkan peluang digital ini untuk masa depan Papua yang lebih cemerlang,” tegasnya.
Kehadiran 5G Telkomsel juga merambah sektor kesehatan melalui kerja sama strategis dengan Urological Association of Asia (UAA). Salah satu wujud nyatanya adalah pemanfaatan teknologi Robotic Telesurgery, prosedur bedah jarak jauh menggunakan konektivitas broadband 5G.
Kolaborasi ini sekaligus mendukung agenda pemerintah dalam Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan, khususnya pada pilar SDM Kesehatan dan Teknologi Kesehatan. Dengan teknologi ini, layanan medis spesialis bisa menjangkau wilayah terpencil, termasuk Papua.
“5G bukan sekadar infrastruktur digital, tapi juga infrastruktur kehidupan,” kata Sandy, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memanfaatkan 5G untuk pembangunan.
Sejak menggelar jaringan 5G pertama kali di Indonesia pada 2021, Telkomsel terus menjadi pionir dalam mendorong adopsi teknologi generasi kelima ini secara inklusif. Ekspansi jaringan yang menyasar wilayah timur seperti Papua membuktikan bahwa transformasi digital tidak boleh hanya dinikmati segelintir wilayah.
Pembangunan BTS 5G terus dilakukan di berbagai lokasi, termasuk daerah dengan tantangan geografis seperti pegunungan dan kepulauan. Telkomsel juga menjajaki kerja sama dengan pelaku industri lokal dan pemerintah daerah guna memastikan bahwa manfaat teknologi ini menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Di tengah gelombang digitalisasi global, Indonesia timur kini tidak lagi berada di pinggiran. Berkat konektivitas 5G, pelajar, pedagang, dokter, hingga pengusaha muda Papua kini punya kesempatan yang setara untuk berkembang dan bersaing, bukan hanya di level nasional, tapi juga global.
(Darul Muttaqin – Harian Terbaru Papua)

































































































