JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, menegaskan komitmen institusi Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel pada kegiatan pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 Polda Papua.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rastrasamara Mapolda Papua, Kota Jayapura, Selasa (31/3/2026). Acara ini dihadiri oleh Karo SDM Polda Papua Kombes Pol Hengky Pramudya, para pejabat utama, panitia seleksi, serta para peserta penerimaan Polri.
Dalam amanatnya, Wakapolda Papua menyampaikan bahwa dirinya mewakili Kapolda Papua yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara terbuka dan tidak dipungut biaya.
“Proses rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, dan tanpa biaya. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak percaya kepada pihak-pihak atau oknum yang menjanjikan kelulusan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing.
“Apabila ada pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta imbalan dengan janji meluluskan, itu tidak benar. Segera laporkan kepada panitia atau pihak berwenang,” ujarnya.
Berdasarkan data panitia, jumlah pendaftar mencapai 4.881 orang, dengan 3.857 orang telah terverifikasi. Tingginya animo masyarakat ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri, meskipun di beberapa wilayah, khususnya daerah pegunungan, partisipasi masih perlu ditingkatkan.
Wakapolda Papua juga mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun akademik. Ia mendorong peserta untuk memanfaatkan pengalaman seleksi sebelumnya sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kemampuan.
Kegiatan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sekaligus sebagai langkah awal mencetak calon anggota Polri yang profesional dan berintegritas. (Cornel)































































































