JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Penanganan pascaledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir sisa Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, terus dilakukan oleh aparat gabungan.
Hingga Senin (1/6/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak lima orang. Sementara tiga warga lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Pemerintah Daerah, dan unsur terkait lainnya.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah pencarian korban yang belum ditemukan, penanganan korban luka, serta pengamanan lokasi kejadian.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Saat ini seluruh personel di lapangan masih fokus pada proses evakuasi, pencarian korban, dan memastikan keamanan masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.
Data sementara mencatat lima korban meninggal dunia, yakni Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5). Seluruh jenazah telah dievakuasi ke RSUD Biak untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Sementara itu, tiga warga yang masih dalam pencarian adalah Yulianus Raubaba (26), Lai Madura (45), dan Anis Marandof (27).
Selain korban meninggal dan yang masih hilang, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.
Ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sedikitnya 12 bangunan. Tiga bangunan mengalami kerusakan ringan, terdiri dari dua rumah dan satu gereja. Sedangkan sembilan bangunan lainnya mengalami kerusakan berat, termasuk empat rumah yang hancur total di sekitar titik ledakan.
Sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat dampak ledakan tersebut.
Untuk memastikan keamanan lokasi, Polda Papua menerjunkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua ke Kabupaten Biak Numfor. Tim tersebut akan melakukan penyisiran dan sterilisasi menyeluruh guna mengantisipasi kemungkinan masih adanya benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi kejadian.
“Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan,” kata Cahyo.
Polda Papua juga mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun membongkar benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang. Warga diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani secara aman.
Hingga kini, lokasi kejadian masih berada dalam pengamanan aparat kepolisian, sementara proses pencarian korban dan penyelidikan penyebab pasti ledakan terus berlangsung. (Cornelia)

























































































