JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Langkah tegas diambil pemerintah daerah dalam memerangi penyalahgunaan minuman keras (miras) yang kian meresahkan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Pemda menggandeng Rindam XVII/Cenderawasih untuk menghadirkan solusi nyata yang tidak sekadar menindak, tetapi juga membina.
Komandan Rindam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Endra Saputra Kusuma Z.R., menegaskan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung program tersebut. Rindam akan menjadi pusat pelaksanaan pembinaan bagi para pemuda yang terjerat miras.
“Kerja sama ini sudah berjalan. Rindam dipercaya sebagai tempat pembinaan, dan kami siap menjalankannya secara maksimal,” tegasnya, Kamis (17/4/2026).
Tak sekadar pelatihan fisik, program ini dirancang menyentuh sisi yang lebih dalam. Para peserta akan mendapatkan pembinaan menyeluruh, mulai dari fisik, mental, psikologis, hingga rohani sebuah pendekatan yang dinilai lebih efektif untuk mengubah perilaku secara berkelanjutan.
“Masalah miras tidak bisa diselesaikan secara parsial.
Harus ada pendekatan komprehensif agar perubahan itu benar-benar terjadi,” jelasnya.
Program ini juga melibatkan berbagai pihak, seperti TNI, Polri, hingga Dinas Sosial, guna memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Rencananya, kegiatan akan mulai bergulir pada Mei mendatang, diawali dengan pendataan dan identifikasi peserta yang menjadi prioritas pembinaan.
Menariknya, program ini tak hanya berhenti pada tahap rehabilitasi. Rindam XVII/Cenderawasih bahkan membuka peluang bagi peserta yang menunjukkan perubahan signifikan untuk meniti masa depan sebagai calon prajurit TNI tentu dengan memenuhi syarat yang berlaku.
“Selama masih ada kemauan untuk berubah dan kondisi kesehatan memungkinkan, kami akan bina. Ini bisa jadi jalan hidup baru bagi mereka,” tambahnya.
Kolaborasi ini menjadi harapan baru bagi Papua dalam menekan angka penyalahgunaan miras. Lebih dari itu, program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang sehat, disiplin, dan siap berkontribusi positif bagi daerah.
Langkah ini bukan hanya tentang penanganan masalah, tetapi tentang menyelamatkan masa depan. (Cornelia)































































































