JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Qathrinnada Ramadhana, seorang Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) asal Mandailing Natal, Sumatera Utara yang kini berdomisili di Jayapura, berbagi pengalamannya dalam memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan. Nada, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah banyak membantunya dalam memperoleh layanan kesehatan, baik saat di kampung halaman maupun selama penugasan di luar daerah.
Ditemui pada Jumat (18/7/2025) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Nada tengah mengurus peralihan status kepesertaan JKN dari Peserta Mandiri menjadi Peserta CPNS. Ia tidak sendiri. Bersama dua rekannya dari instansi yang sama Balai Besar Karantina Hama Penyakit Ikan dan Tumbuhan Kota Jayapura ketiganya merupakan CPNS hasil rekrutmen nasional tahun 2024 yang kini menjalani masa tugas di ibu kota Provinsi Papua.
“Saya ke sini ingin mengurus peralihan status kepesertaan JKN. Dari yang sebelumnya peserta Mandiri, sekarang mau pindah ke peserta CPNS,” ujar Nada.
Namun, proses administrasi ini sempat terkendala. Status keanggotaannya sempat nonaktif akibat keterlambatan pembayaran iuran. Menyadari pentingnya status aktif untuk keperluan pelayanan kesehatan, Nada segera melunasi tunggakan iuran agar proses peralihan status dapat dilakukan.
“Tadi sempat dicek, ternyata kepesertaan saya nonaktif karena ada tunggakan. Tapi sudah saya lunasi langsung di sini supaya bisa diproses,” imbuhnya.
Pihak BPJS Kesehatan menyarankan agar peserta CPNS seperti Nada melakukan pendaftaran mandiri terlebih dahulu agar keanggotaannya tetap aktif, sambil menunggu proses peralihan kolektif oleh instansi tempatnya bekerja. Hal ini penting untuk memastikan peserta tetap terlindungi dari risiko kesehatan selama masa transisi.
Nada juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkali-kali memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan di berbagai kota, termasuk Mandailing Natal dan Binjai, Sumatera Utara. Menurutnya, layanan yang diterimanya selalu cepat dan tidak menyulitkan, bahkan saat dirinya bekerja selama satu tahun penuh di Binjai.
“Saya sering berobat pakai BPJS, pelayanannya bagus. Di Mandailing Natal pernah, di Binjai juga pernah. Saat saya kerja di Binjai pun saya terus mengandalkan JKN karena pelayanannya yang mudah dan cepat,” kata Nada.
Ia pun menyampaikan harapannya agar kualitas layanan BPJS Kesehatan terus ditingkatkan, baik dari sisi administrasi maupun pelayanan kesehatan di fasilitas-fasilitas kesehatan mitra. Nada juga menyampaikan apresiasinya dalam rangka HUT ke-57 BPJS Kesehatan.
“Banyak kemudahan yang saya rasakan selama menggunakan JKN. Saya harap BPJS Kesehatan terus berkembang dan makin baik ke depannya,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jayapura, Hernawan Priyastomo, menegaskan bahwa transformasi mutu layanan terus dilakukan untuk mempermudah akses peserta di seluruh Indonesia.
“Salah satu kemudahan yang saat ini bisa dirasakan peserta adalah kemudahan JKN dipakai di luar faskes terdaftar, maksimal tiga kali kunjungan per bulan. Ini juga yang dirasakan langsung oleh Bu Nada,” jelas Hernawan.
Terkait proses peralihan status, Hernawan menjelaskan bahwa sistem saat ini memungkinkan fleksibilitas, tetapi tetap menuntut kehati-hatian peserta dalam memastikan status aktif.
“Bagi CPNS baru, bila proses kolektif belum berjalan, kami sarankan mendaftar sementara sebagai peserta mandiri agar tidak ada jeda layanan. Risiko kesehatan bisa datang kapan saja, jadi status keaktifan harus dijaga,” tambahnya.
Hernawan juga menekankan pentingnya kerja sama BPJS Kesehatan dengan mitra fasilitas kesehatan dalam menghadirkan layanan optimal. Menurutnya, sinergi yang baik antara BPJS dan rumah sakit, puskesmas, serta klinik menjadi kunci pelayanan JKN yang efektif.
“Pelayanan JKN itu dua jenis: administrasi dan layanan kesehatan. Untuk layanan kesehatan, kami terus berkoordinasi dengan seluruh faskes mitra untuk memastikan peserta mendapatkan layanan terbaik,” tutup Hernawan.
Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan terus bertransformasi untuk menjawab tantangan zaman, khususnya dalam memperluas akses dan meningkatkan mutu layanan. Melalui kemudahan registrasi, kanal layanan digital, dan kerja sama lintas sektor, BPJS Kesehatan ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, termasuk CPNS di wilayah timur seperti Papua, mendapatkan haknya dalam pelayanan kesehatan.
Kisah Nada menjadi cerminan dari manfaat nyata program JKN bagi generasi muda yang mulai mengabdi sebagai aparatur sipil negara. Dengan dedikasi dan dukungan dari sistem jaminan kesehatan nasional yang inklusif, diharapkan setiap pegawai negeri baru bisa melangkah dengan rasa aman, termasuk dalam hal perlindungan kesehatan.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































