JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Astra Motor Papua selaku Main Dealer sepeda motor Honda di Pulau Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui dunia pendidikan. Kali ini, Astra Motor Papua melakukan kunjungan ke SMK Negeri 3 Jayapura pada Selasa (05/8/2025) sebagai bagian dari dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi, khususnya di bidang Teknik Sepeda Motor (TSM).
SMK Negeri 3 Jayapura merupakan salah satu SMK mitra binaan Astra Motor Papua bersama PT Astra Honda Motor (AHM) dalam program pengembangan kompetensi siswa di Papua. Kegiatan visitasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara dunia industri dan dunia pendidikan, sekaligus mendorong percepatan implementasi program Teaching Factory (TEFA) untuk jurusan TSM Honda di sekolah tersebut.
Dalam kunjungan ini, tim Astra Motor Papua meninjau langsung fasilitas bengkel praktik milik sekolah, berdiskusi dengan manajemen SMK, serta memberikan masukan terkait standar industri yang harus diterapkan dalam pengelolaan TEFA.
Randy Maulana Yusuf, Vocational Manager Astra Motor Papua, menjelaskan bahwa implementasi TEFA merupakan langkah penting agar lulusan SMK lebih siap menghadapi dunia kerja.
“Kami berharap SMK Negeri 3 Jayapura dapat segera merealisasikan program TEFA di lingkungan sekolah. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan dan sikap kerja sesuai standar industri. Ini bagian dari kontribusi Astra Motor dalam menyiapkan generasi muda Papua yang kompeten dan siap kerja,” ujarnya.
Kepala SMK Negeri 3 Jayapura, Frans Tuggul Kasih Amarta, S.Pd., menyambut baik dukungan dari Astra Motor Papua. Menurutnya, program ini akan menjadi jembatan penting untuk meningkatkan kualitas lulusan agar mampu bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor otomotif.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami untuk menjembatani lulusan agar bisa langsung terserap di industri, khususnya jaringan AHASS maupun sektor otomotif lainnya. Kami siap berbenah dan melangkah ke level berikutnya dengan mempersiapkan program TEFA sesuai standar dunia usaha,” ungkap Frans.
Program Teaching Factory yang akan dijalankan di SMK Negeri 3 Jayapura diharapkan mampu menghadirkan suasana praktik kerja yang menyerupai bengkel resmi Honda. Siswa akan mendapatkan pengalaman langsung terkait manajemen layanan pelanggan, sistem kerja berbasis SOP (Standard Operating Procedure), hingga penerapan teknologi terkini pada sepeda motor Honda.
Dengan metode ini, siswa diharapkan tidak hanya mahir secara teknis, tetapi juga memiliki soft skill yang dibutuhkan di dunia kerja, seperti disiplin, komunikasi, dan pelayanan prima.
Astra Motor Papua menegaskan komitmennya untuk terus mendorong link and match antara sekolah dan industri melalui program vokasi, sejalan dengan misi Astra untuk mencerdaskan bangsa melalui pendidikan.
“Melalui TEFA, kami ingin membantu mencetak lulusan SMK yang benar-benar siap kerja dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi industri otomotif, khususnya jaringan Honda di Indonesia,” tambah Randy.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung terciptanya tenaga kerja terampil dan profesional di Papua, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi generasi muda untuk berkarier di industri otomotif.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)






























































































