BIAK, HarianTerbaruPapua.com – Operasi kemanusiaan pascaledakan yang diduga berasal dari material sisa Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak terus berlangsung intensif. Memasuki hari kelima sejak insiden tragis pada 31 Mei 2026, tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh, sementara proses pencarian korban, identifikasi, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan penyebab ledakan terus dilakukan secara terpadu.
Temuan terbaru tersebut semakin menegaskan besarnya dampak ledakan yang mengguncang kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.
Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, dalam konferensi pers pada Kamis malam mengungkapkan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia tercatat enam orang. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.
“Korban yang sebelumnya menjalani perawatan inap kini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. Mereka mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Tim Jibom Temukan Puluhan Potongan Tubuh Saat Sterilisasi
Dalam operasi yang berlangsung sepanjang hari, Tim Jibom Gegana Polda Papua menemukan 30 potongan tubuh saat melakukan sterilisasi di area ledakan. Sementara dua potongan tubuh lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di area pencarian.
Seluruh potongan tubuh tersebut langsung dievakuasi dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, berupa tiga parang, satu pisau, dan dua jam tangan.
Di tengah proses pencarian, Tim Jibom Gegana terus melakukan penyisiran terhadap lokasi kejadian. Hingga hari kelima, sekitar 75 persen area terdampak ledakan telah berhasil disterilkan.
Namun, kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang mengguyur lokasi menyebabkan proses sterilisasi tidak dapat berlangsung maksimal.
“Dari hasil sterilisasi hari ini, kami menemukan 42 serpihan casing proyektil yang akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut,” kata Kapolres.
Tim Jibom menargetkan penyelesaian sterilisasi terhadap 25 persen area yang masih tersisa pada hari berikutnya sebelum olah tempat kejadian perkara dilakukan secara menyeluruh.
Puslabfor Amankan Barang Bukti Penting
Untuk mengungkap penyebab pasti ledakan, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Papua telah turun langsung ke lokasi.
Tim melakukan olah TKP pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 20 serpihan logam, dua gergaji besi, serta satu mata gerinda.
Seluruh barang bukti tersebut kini menjalani pemeriksaan laboratorium guna mendukung proses penyelidikan.
Meski demikian, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu rekomendasi aman dari Tim Jibom.
Di sisi lain, Tim DVI terus bekerja mengidentifikasi korban yang belum diketahui identitasnya.
Hari ini, Posko Antemortem resmi dibuka di sekitar lokasi kejadian. Tim telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban dan mengambil sampel DNA keluarga yang kerabatnya masih belum teridentifikasi.
Besok, Tim DVI dijadwalkan mengambil sampel DNA dari seluruh potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak guna mempercepat proses identifikasi.
Pencarian Diperluas Hingga Radius Empat Kilometer
Operasi pencarian korban dilakukan dengan sistem pembagian wilayah kerja.
Pada Ring 1, evakuasi barang dan potongan tubuh hanya dapat dilakukan setelah area dinyatakan aman oleh Tim Jibom. Sementara di Ring 2, Tim Basarnas bersama unsur gabungan terus melakukan pencarian hingga radius sekitar empat kilometer dari titik ledakan.
Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana, Puslabfor, Tim DVI, hingga instansi terkait lainnya, terus bekerja tanpa henti untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan diidentifikasi.
Polisi Minta Warga Laporkan Temuan Benda Peninggalan Perang
Kapolres Biak Numfor mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau masih menyimpan benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II.
“Kami masih membuka posko baik di lokasi kejadian maupun di Polres Biak Numfor. Jika masyarakat menemukan atau menyimpan benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II, segera laporkan agar dapat ditangani secara aman oleh petugas yang berkompeten,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, meminta masyarakat untuk tidak memasuki area ledakan yang masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan.
Menurutnya, masih terdapat potensi ditemukannya material berbahaya di sekitar lokasi kejadian yang dapat mengancam keselamatan warga.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membongkar benda yang diduga merupakan sisa amunisi, bom, granat, atau material peninggalan Perang Dunia II.
Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani secara profesional,” tegas Kabid Humas.
Hingga kini, upaya pencarian korban dan pengungkapan penyebab ledakan masih terus berlangsung. Tim gabungan berpacu dengan waktu untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban sekaligus memastikan lokasi benar-benar aman dari ancaman material berbahaya yang masih tersisa. (Cornelia)


























































































