SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Kepolisian Resor (Polres) Jayapura terus mengusut dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga, mayoritas pelajar, setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kasih Iman Samuel di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura.
Penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab pasti insiden yang menghebohkan masyarakat tersebut.
Dipimpin langsung Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan bersama Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean serta Kanit Pidum IPTU Frisco R. Domo dan personel Identifikasi Satreskrim, tim kepolisian mendatangi lokasi dapur MBG di Jalan Waiya, Distrik Depapre, untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasat Reskrim AKP Markus Axel Panggabean mengatakan, langkah cepat tersebut dilakukan segera setelah polisi menerima laporan masyarakat mengenai banyaknya warga yang mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan dari program MBG.
“Begitu menerima laporan, kami langsung turun ke lokasi, melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, serta berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Papua untuk menguji seluruh sampel makanan,” ujarnya.
Dalam penyelidikan, petugas memeriksa dua lokasi penting, yakni dapur MBG tempat makanan diproduksi dan rumah koordinator program MBG. Setiap tahapan pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan diperiksa secara teliti guna menemukan kemungkinan penyebab insiden.

Dari lokasi, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa enam jenis sampel makanan, meliputi sayur, tempe kecap, sisa makanan dalam keranjang, buah semangka, minyak bekas penggorengan, serta tiga porsi makanan MBG yang belum sempat didistribusikan kepada penerima manfaat.
Seluruh sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan ilmiah.
Tidak hanya itu, penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 30 orang saksi, mulai dari pihak yang mengetahui peristiwa, petugas dapur, hingga pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Pemeriksaan difokuskan pada kronologi kejadian, standar pengolahan makanan, proses penyimpanan, hingga mekanisme pendistribusian.
Kasat Reskrim menegaskan bahwa hingga kini penyebab pasti insiden tersebut belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil uji laboratorium.
“Perkara ini masih dalam tahap penyelidikan. Seluruh barang bukti sedang diperiksa secara laboratoris. Proses penanganan dilakukan secara profesional, ilmiah, objektif, dan transparan untuk memastikan penyebab sebenarnya,” tegasnya.

Polres Jayapura juga mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru menarik kesimpulan ataupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Kepolisian memastikan setiap perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan secara terbuka setelah didukung bukti ilmiah dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut program pemenuhan gizi bagi masyarakat, sehingga hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi dasar evaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Cornelia)


























































































