SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – SMP Negeri 2 Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, terus memperkuat komitmennya dalam pelestarian lingkungan dengan memperluas aksi nyata ke ruang publik. Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 pada Februari 2026, sekolah tersebut menggelar kegiatan peduli lingkungan di kawasan Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan SMPN 2 Sentani untuk mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat ASEAN (Eco ASEAN), setelah sebelumnya meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Kepala SMPN 2 Sentani, Murni, mengatakan bahwa keterlibatan sekolah dalam menjaga lingkungan di luar area sekolah merupakan salah satu indikator penting dalam penilaian Eco ASEAN.
“Menuju Eco ASEAN, kami tidak hanya berfokus pada pengelolaan lingkungan di dalam sekolah, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan ruang publik,” ujar Murni.
Ia menjelaskan, program Adiwiyata di SMPN 2 Sentani telah dijalankan secara berkelanjutan melalui berbagai pembiasaan, seperti kegiatan pagi bersih, pengelolaan kelas ramah lingkungan, serta pembinaan kader Adiwiyata di kalangan siswa.

Momentum peringatan HUT ke-47 sekolah dimanfaatkan untuk memperluas dampak program tersebut melalui aksi bersih pantai dan penanaman pohon.
Pantai Khalkote dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu kawasan strategis dan ikon ruang publik di Kabupaten Jayapura yang kerap digunakan untuk kegiatan besar daerah, termasuk Festival Danau Sentani.
“Aksi ini melibatkan siswa-siswi kader Adiwiyata dengan pendampingan guru. Selain sebagai kontribusi lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik dalam menumbuhkan kepedulian ekologis,” kata Murni.
Melalui kegiatan tersebut, SMPN 2 Sentani tidak hanya memperkuat rekam jejaknya sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, tetapi juga menunjukkan kesiapan untuk melangkah ke pengakuan lingkungan tingkat regional ASEAN.
Dengan konsistensi program dan keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, SMPN 2 Sentani optimistis dapat menjadi salah satu sekolah rujukan dalam pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan, baik di Papua maupun di tingkat nasional dan internasional. (Cornel)


































































































