JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Menjelang rencana aksi yang diumumkan oleh Kelompok Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dalam rangka memperingati PEPERA pada 3 Agustus 2026, sejumlah tokoh di Tanah Papua mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan di Tanah Papua. Imbauan tersebut disampaikan agar situasi tetap kondusif di tengah momentum peringatan 57 tahun PEPERA yang juga berdekatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Ondofolo Heram Dasim Klewbeuw Sentani Timur, Yansen Ohee, mengajak masyarakat, khususnya warga Kota Jayapura dan sekitarnya, agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi maupun ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurut Yansen, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan cara-cara yang damai serta mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan, menghormati perbedaan pendapat, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif demi kepentingan seluruh masyarakat,” ujarnya, Senin (3/8/2026).
Ia menilai aksi yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas publik dapat berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, terutama pedagang, pelaku UMKM, pengemudi angkutan, pekerja harian, dan sektor ekonomi lainnya yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas sehari-hari.
Yansen juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat semangat gotong royong, toleransi, serta saling menghormati sebagai modal utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan di Papua.
Senada dengan itu, Tokoh Pemuda Adat Tabi, Kundrat Tukayo, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum maupun kenyamanan masyarakat.
Ia menekankan bahwa perhatian masyarakat sebaiknya difokuskan pada upaya meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bersama.
“Kita harus mengarahkan tenaga dan pikiran untuk bekerja serta memperbaiki ekonomi masyarakat Papua. Jangan melakukan kegiatan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat maupun merugikan banyak orang,” kata Kundrat.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Tabi, agar tidak mengikuti kegiatan yang dinilai berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat maupun roda perekonomian.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan situasi yang aman agar dapat bekerja, berdagang, dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tanpa gangguan.
Melalui imbauan tersebut, diharapkan momentum peringatan 57 tahun PEPERA pada 3 Agustus 2026 dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib, dan kondusif. Mereka juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum mempererat persatuan, menjaga kerukunan, serta bersama-sama mendukung terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (Redaksi)


























































































