SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Persaingan Piala Soeratin U-13 Papua 2026 memasuki fase krusial. Empat tim memastikan langkah ke babak semifinal setelah seluruh pertandingan fase grup di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (1/9/2026), tuntas digelar.
SSB Nafri, Serui Football Academy, SSB Batik, dan SSB Cenderawasih Trikora menjadi empat tim yang berhak melanjutkan perjuangan untuk memperebutkan gelar juara kelompok usia U-13.
SSB Nafri memastikan posisi di semifinal setelah tampil dominan dan menundukkan Petra Sentani dengan skor meyakinkan 3-0.
Sementara itu, Serui Football Academy mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas SSB Batik. Hasil tersebut sekaligus memastikan kedua tim tetap berada dalam persaingan menuju babak empat besar.
Meski harus mengakui keunggulan Serui Football Academy, SSB Batik tetap melaju ke semifinal bersama SSB Nafri, Serui Football Academy, dan SSB Cenderawasih Trikora.
Persaingan di babak semifinal dipastikan berlangsung sengit. SSB Batik akan menghadapi SSB Cenderawasih Trikora, sedangkan Serui Football Academy harus berhadapan dengan SSB Nafri.
Dua pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis (3/9/2026).
Pelatih SSB Batik, Penias Fakdawer, mengakui masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dibenahi timnya sebelum tampil di semifinal.
Menurut Penias, koordinasi antarpemain sudah menunjukkan perkembangan positif. Namun, penyelesaian akhir dan performa penjaga gawang menjadi dua sektor yang akan mendapat perhatian lebih dalam persiapan menghadapi laga empat besar.
“Kerja sama tim saya rasa sudah ada, cuma penyelesaian akhir ke gawang itu yang mungkin anak-anak masih terburu-buru. Sektor kiper dan finishing ini yang terus kita benahi,” kata Penias seusai pertandingan.
Ia berharap evaluasi tersebut mampu membuat anak asuhnya tampil lebih tenang dan efektif ketika mendapat peluang di depan gawang.
Bagi Penias, kembali bergulirnya Piala Soeratin Papua juga menjadi kabar positif bagi masa depan sepak bola Papua. Kompetisi usia dini dinilai penting karena menjadi ruang bagi pemain muda untuk mendapatkan pengalaman sekaligus membuka peluang terpantau oleh tim-tim pembinaan.

“Ini hal yang luar biasa sekali karena Soeratin Cup dikembalikan lagi. Turnamen ini wadah munculnya bibit muda yang idealnya digulirkan rutin tiap tahun. Saat vakum, kita kesulitan memantau mana pemain muda yang potensial,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan kompetisi resmi seperti Piala Soeratin membuat proses pencarian dan pemantauan pemain muda menjadi lebih terarah, termasuk untuk kebutuhan pembinaan seperti PPLP maupun tim kelompok umur.
“Sekarang kita tinggal memantau dari Soeratin Cup. Tidak perlu lagi memanggil terlalu banyak pemain untuk seleksi dari nol, karena pemain yang bertanding di Soeratin Cup pada dasarnya adalah pemain yang sudah siap pakai untuk kompetisi,” jelasnya.
Penias menegaskan, keberhasilan sebuah tim di level usia dini tidak hanya diukur dari trofi. Kompetisi seperti Piala Soeratin juga menjadi bagian dari proses membangun karakter pemain, mulai dari disiplin, mental bertanding, kerja sama hingga keberanian menghadapi tekanan pertandingan.
Sementara itu, persaingan Piala Soeratin U-15 Papua 2026 akan kembali berlangsung Rabu (2/9/2026).
Tiga pertandingan dijadwalkan digelar, yakni Petra FC menghadapi Eleven Wise Soccer FC, PSES Embun Supiori melawan Serui Football Academy, serta SSB Batik berhadapan dengan SSB Cenderawasih Trikora.
Untuk kategori U-15, Serui Football Academy sudah memastikan tiket semifinal. Pertandingan melawan PSES Embun Supiori akan menjadi penentu apakah Serui Football Academy finis sebagai juara grup atau runner-up. (Cornelia)

























































































