SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Personel Polres Jayapura melakukan penanganan dan penyelidikan terhadap penemuan jenazah seorang bayi perempuan di aliran Sungai Komba, tepatnya di sekitar Jembatan Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (30/8/2026).
Jenazah bayi tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.56 WIT oleh seorang warga bernama Lamek (26), saat sedang mencari ikan bersama empat orang rekannya di sepanjang aliran sungai menuju arah muara.
Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 12.00 WIT dirinya bersama rekan-rekannya sedang mencari ikan. Saat melintas di sekitar Jembatan Komba, saksi melihat sesuatu yang menyerupai tali pusar.
Saksi kemudian mendapati sesosok bayi perempuan berada di dalam aliran sungai.
Saksi selanjutnya meminta rekan-rekannya untuk mencari bantuan dan melaporkan penemuan tersebut kepada petugas di Pos Polisi Pasar Lama. Personel kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan awal di sekitar tempat kejadian.
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP Axel Panggabean mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian tindakan awal setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Setelah menerima laporan, personel Polsek Sentani Kota langsung merespons dan mendatangi lokasi. Personel Pos Polisi Pasar Lama telah lebih dahulu berada di tempat kejadian untuk mengamankan lokasi, kemudian disusul oleh personel Pamapta Polres Jayapura dan Tim Inafis Satreskrim Polres Jayapura,” ungkap AKP Axel.
Dalam penanganan di lokasi, Tim Inafis melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah bayi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di tempat kejadian, bayi perempuan tersebut ditemukan di dalam air dengan tali pusar dan ari-ari yang masih melekat. Petugas juga menemukan adanya lilitan kain pada bagian leher bayi.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara, jenazah bayi kemudian dievakuasi menggunakan kantong jenazah.
Selanjutnya, personel Satreskrim Polres Jayapura mengawal jenazah tersebut menuju Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura guna dilakukan visum serta pemeriksaan DNA untuk kepentingan proses penyelidikan dan identifikasi lebih lanjut.
“Jenazah telah dievakuasi dan dikawal ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum serta pemeriksaan DNA. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya kami untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian sekaligus mendukung proses identifikasi dan pengungkapan perkara,” tambah Kasat Reskrim.
AKP Axel menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kematian maupun dugaan tindak pidana sebelum hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan secara menyeluruh diperoleh.
“Setiap dugaan akan kami dalami berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan dalam proses penyelidikan. Kami berkomitmen untuk mengungkap secara jelas peristiwa ini dan akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Jayapura masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak guna mengungkap secara jelas latar belakang serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. (Cornelia)

























































































