MAMBERAMO RAYA, HarianTerbaruPapua.com — Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Papua pada 6 Agustus 2025, kondisi alam di Kabupaten Mamberamo Raya menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua I DPRK Mamberamo Raya, Dony Pateh. Ia menyoroti secara khusus tantangan geografis yang dapat menghambat kelancaran distribusi logistik ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah-wilayah terpencil.
Dalam sambutannya saat menghadiri acara penyerahan logistik PSU yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamberamo Raya pada Sabtu (02/8/2025), Dony menegaskan pentingnya antisipasi terhadap kondisi sungai yang menjadi jalur transportasi utama di daerah tersebut.
“Bagian ini perlu diperhatikan oleh pihak KPU dan penyedia logistik. Akses utama melalui sungai, tapi saat ini sungai mulai surut. Alternatif transportasi lain perlu segera disiapkan,” ujarnya.
Distribusi logistik PSU di Mamberamo Raya sebagian besar mengandalkan transportasi air dengan menggunakan speedboat. Namun, Dony mengingatkan bahwa kondisi sungai yang keruh dan dangkal akibat kemarau berpotensi menyebabkan berbagai kendala di lapangan.
“Kondisi kali yang surut dan keruh ini kadang memicu kejadian tak terduga. Jangan hanya berpikir dari Kasonaweja ke tujuan akhir, tapi harus ada perhitungan matang dan siasat logistik yang realistis,” katanya.
Meski KPU telah menyiapkan armada helikopter sebagai alternatif distribusi, Dony mengingatkan bahwa transportasi udara pun sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hujan deras atau kabut tebal bisa menggagalkan pengiriman logistik tepat waktu.
“Helikopter hanya bisa beroperasi jika cuaca cerah. Kalau hujan atau berkabut, kita butuh alternatif lain lagi. Jangan bergantung pada satu atau dua moda transportasi saja,” tegasnya.
Ia juga menekankan perlunya koordinasi yang erat antara penyedia logistik dengan penyelenggara tingkat distrik (PPD), mengingat mereka yang paling memahami medan dan kondisi lapangan secara langsung.
“Dalam kondisi air surut seperti sekarang, distribusi bisa sangat lambat bahkan gagal. Koordinasi dengan PPD itu wajib karena mereka tahu cara menjangkau wilayah-wilayah sulit,” imbuh Dony.
Dony mencontohkan beberapa kampung di Distrik Mamberamo Tengah seperti Sasakwesar, Babija, dan Metaweja, serta Kampung Fona di Distrik Roufaer, yang tidak dapat dijangkau dengan transportasi sungai. Pengiriman logistik ke wilayah-wilayah tersebut hanya memungkinkan melalui pesawat atau helikopter.
Hal ini, menurutnya, harus menjadi perhatian serius bagi penyedia logistik dan penyelenggara pemilu agar jadwal PSU tidak terganggu.
“Wilayah-wilayah ini harus mendapatkan perhatian lebih. Jangan sampai logistik datang terlambat atau malah tidak sampai,” katanya.
Menutup pernyataannya, Dony juga mengingatkan kepada KPU dan Bawaslu agar menggunakan anggaran yang telah diberikan oleh pemerintah daerah dengan akuntabilitas dan tanggung jawab penuh.
“Kami harap anggaran yang dikucurkan digunakan secara bijak untuk menunjang kelancaran PSU Pilgub Papua di Kabupaten Mamberamo Raya. Penyelenggaraan yang baik mencerminkan komitmen semua pihak terhadap demokrasi yang sehat,” pungkasnya.
(Redaksi – Harian terbaru Papua)































































































