SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandar Udara Internasional Sentani Jayapura kembali menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis ganja kering seberat sekitar 940 gram di area Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan, Rabu (5/8/2026).
Pengungkapan tersebut berawal saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap penumpang berinisial D.H. yang merupakan penumpang transit Maskapai Trigana Air dengan rute Wamena–Jayapura–Dekai.
Berdasarkan kronologi, penumpang tiba di Terminal Kedatangan Bandara Sentani sekitar pukul 13.30 WIT dari Wamena. Lima menit kemudian, D.H. melakukan proses check-in untuk melanjutkan perjalanan menuju Dekai.
Saat memasuki area pemeriksaan keamanan atau Passenger Security Check Point (PSCP) sekitar pukul 13.40 WIT, petugas Avsec mencurigai isi bagasi setelah hasil pemindaian melalui mesin X-Ray menunjukkan adanya benda yang tidak sesuai dengan karakteristik barang bawaan biasa.
Petugas kemudian mengamankan penumpang dan berkoordinasi dengan unsur Bantuan Kendali Operasi (BKO) pengamanan kawasan bandara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Sekitar pukul 14.00 WIT, penumpang bersama barang bawaannya dibawa ke Kantor Administrasi PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandar Udara Sentani. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sembilan bungkus yang diduga berisi ganja kering di dalam bagasi milik D.H.
Barang bukti yang diamankan terdiri atas delapan bungkus plastik bening ukuran sedang dan satu bungkus kantong hitam ukuran besar dengan total berat sekitar 940 gram.
Dari keterangan awal, ganja tersebut diduga dibawa dari Wamena dan rencananya akan dibawa ke Dekai. Selanjutnya, sekitar pukul 14.30 WIT, penumpang beserta barang bukti diserahkan kepada Polsek Kawasan Bandara Sentani untuk menjalani proses hukum serta pengembangan penyelidikan.
General Manager Bandar Udara Internasional Sentani Jayapura, I Nyoman Noer Rohim, mengapresiasi kesiapsiagaan petugas Aviation Security yang dinilai mampu menjalankan tugas secara profesional dalam menjaga keamanan penerbangan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut membuktikan sistem pemeriksaan keamanan di Bandara Sentani, termasuk penggunaan mesin X-Ray di area PSCP, bekerja secara optimal dalam mendeteksi barang-barang yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan maupun barang terlarang seperti narkotika.
“Keberhasilan ini menunjukkan petugas Aviation Security bekerja sigap, cermat, dan profesional sesuai standar keamanan penerbangan sipil. Sistem pemeriksaan kami berfungsi dengan baik sehingga mampu mendeteksi barang-barang terlarang,” ujar Nyoman.
Ia menegaskan, manajemen Bandara Sentani akan terus memperkuat sistem pengamanan melalui peningkatan kompetensi personel, optimalisasi prosedur pemeriksaan, serta pemeliharaan fasilitas keamanan guna mencegah penyalahgunaan transportasi udara sebagai jalur peredaran narkotika.
“Bandara merupakan objek vital nasional yang harus dijaga bersama. Kami akan terus bersinergi dengan kepolisian, otoritas penerbangan, maskapai, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencegah segala bentuk peredaran narkotika melalui jalur udara,” tegasnya.
Pihak manajemen bandara juga mengimbau seluruh pengguna jasa penerbangan agar mematuhi ketentuan keamanan penerbangan dan tidak membawa barang-barang yang dilarang, termasuk narkotika, psikotropika, maupun zat adiktif lainnya, demi menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. (Cornelia)



























































































