TOLIKARA, HarianTerbaruPapua.com – Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara terus mendorong keterhubungan transportasi udara bagi masyarakat melalui sejumlah layanan penerbangan bersubsidi, baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara, Yulius mengatakan bahwa saat ini pihaknya bekerja sama dengan PT EYA Aviation untuk memberikan pelayanan penerbangan bersubsidi setiap Selasa dari Wamena menuju Karubaga, Kabupaten Tolikara.
Dari Karubaga, layanan tersebut mencakup sejumlah wilayah, yakni Wina, Dundu, Wari, dan Douw. Untuk sementara, pelayanan difokuskan pada empat distrik tersebut sambil menunggu perbaikan landasan di Distrik Egiyam
“Selamat pagi, kami dari Dinas Perhubungan menginformasikan kepada masyarakat Tolikara bahwa dari Dinas Perhubungan ada kerja sama dengan PT EYA Aviation untuk pelayanan subsidi penerbangan setiap hari Selasa dari Wamena ke Karubaga, dan dari Karubaga ke area seperti Wina, Dundu, Wari, dan Dau,” ujar Yulius usai apel pagi ASN di kantor Bupati Igari Kabupaten Tolikara.
Ia berharap masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut sehingga konektivitas antarwilayah di Kabupaten Tolikara tetap berjalan dan pelayanan transportasi dapat dirasakan masyarakat di tingkat distrik.
“Jadi, untuk sementara kita pelayanan di empat distrik ini sambil menunggu Distrik Egyam untuk perbaikan landasan. Kami harapkan masyarakat boleh mengakses supaya pelayanan di setiap distrik bisa berjalan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.
Selain layanan dari Wamena menuju Tolikara, Yulius menjelaskan bahwa masyarakat Tolikara juga mendapatkan akses penerbangan bersubsidi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurutnya, penerbangan menggunakan pesawat Susi Air untuk rute Jayapura–Wamena tersedia sebanyak dua kali dalam satu minggu, yakni setiap Selasa dan Kamis.
“Kalau ada, kita juga dapat subsidi dari APBN dengan menggunakan pesawat Susi Air untuk rute Jayapura–Tolikara sebanyak dua kali, yaitu hari Selasa dan Kamis. Itu Jayapura–Wamena,” jelasnya.
Yulius mengatakan sebelumnya terdapat sejumlah rute yang menghubungkan Karubaga dengan beberapa wilayah, seperti Wina dan Wari. Namun, pelayanan pada rute tersebut untuk sementara dihentikan karena situasi keamanan.
“Nah, sebenarnya dulu ada Karubaga–Wina, Karubaga–Wari, cuma karena kondisi situasi keamanan yang kurang kondusif, sehingga mereka menarik pelayanan sementara,” ujarnya.
Untuk wilayah Kang Gime, Yulius menyebut penerbangan masih tersedia satu kali dalam seminggu dari Jayapura langsung menuju Kanggime.
Sementara itu, terdapat pula rute Mamit–Jayapura yang sebelumnya menjadi salah satu akses penerbangan masyarakat. Namun, menurut Yulius, layanan tersebut untuk sementara dihentikan.
“Untuk Kanggime, sementara masih berjalan satu kali satu minggu dari Jayapura langsung. Ada juga Mamit–Jayapura, tapi untuk sementara juga mereka hentikan,” katanya.
Selain subsidi dari pemerintah pusat, Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara juga memperoleh dukungan subsidi dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui PT AMA Atyasin.
“Kita juga sudah dapat subsidi dari Provinsi Papua Pegunungan dari PT AMA Atyasin setiap hari Rabu dan Kamis,” kata Yulius.
Ia mengharapkan dukungan subsidi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat untuk menunjang mobilitas, aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, serta kegiatan ekonomi di Kabupaten Tolikara.
“Jadi, ini kami berharap masyarakat boleh mengakses dan menggunakan kesempatan ini supaya pelayanan di Kabupaten Tolikara boleh berjalan dengan baik,” ujarnya.
Dalam keterangannya, Yulius juga menyampaikan bahwa untuk salah satu layanan penerbangan bersubsidi, yakni rute Jayapura–Bukondini, tarif penumpang berada di kisaran Rp300 ribu.
“Bukondini–Jayapura, itu subsidi dari APBN,” katanya.
Ketika ditanyakan mengenai besaran tarif tiket, Yulius menegaskan bahwa harga yang dibayarkan penumpang berada di sekitar Rp300 ribu.
“Rp300.000,” jawabnya.
“Dari penumpang ya, standar ini, standar tiket,” lanjut Yulius.
Menurutnya, keberadaan penerbangan bersubsidi menjadi salah satu upaya untuk menjaga akses transportasi udara bagi masyarakat di wilayah pegunungan yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan konektivitas darat.
Dinas Perhubungan Kabupaten Tolikara pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan penerbangan yang masih tersedia, sembari menunggu pemulihan sejumlah rute yang terdampak kondisi keamanan maupun perbaikan fasilitas landasan.
Dengan adanya dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah daerah berharap konektivitas udara antardaerah dan antardistrik di Tolikara dapat terus berjalan serta mendukung aktivitas masyarakat dan pelayanan pemerintahan. (Kosai Jhesy Kogoya)


























































































