JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Bank Indonesia (BI) mencatat kebutuhan uang tunai atau uang kartal di Papua pada Desember 2025 melonjak drastis hingga tujuh kali lipat dibandingkan bulan-bulan reguler. Lonjakan ini dipicu makin tingginya permintaan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), periode yang secara historis selalu membutuhkan pasokan uang tunai besar.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Perwakilan BI Papua, David Sipahutar, mengatakan Papua kembali menjadi wilayah dengan kebutuhan uang tunai terbesar di kawasan timur Indonesia. Sepanjang beberapa tahun terakhir, Papua secara konsisten menyumbang sekitar 40 persen dari total kebutuhan uang kartal di Indonesia Timur.
“Dalam satu tahun, proyeksi outflow uang kartal mencapai Rp13,1 triliun. Khusus untuk Desember saja, kebutuhan uang keluar diperkirakan mencapai Rp5,1 triliun atau sekitar 40 persen dari total tahunan,” ujar David Sipahutar dalam kegiatan Bincang-Bincang Media (BBM) di salah satu café di Kota Jayapura, Papua, Jumat (5/12/2025).
David menjelaskan wilayah kerja BI Papua mencakup empat provinsi, yaitu Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Dominasi kebutuhan uang tunai di wilayah ini dipengaruhi kondisi geografis yang luas, akses konektivitas yang terbatas, serta kebiasaan masyarakat yang masih mengandalkan transaksi tunai dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.
“Penarikan uang kartal pada Desember ini sekitar tujuh kali lebih besar dibandingkan rata-rata bulanan. Skalanya memang besar karena aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat meningkat tajam,” ujarnya.

Untuk memenuhi lonjakan kebutuhan uang tunai menjelang akhir tahun, BI meluncurkan program layanan kas nasional SERUNAI (Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai). Program ini berlangsung pada 8–23 Desember 2025 dan Papua menjadi salah satu pusat pelaksanaannya secara nasional.
Peluncuran SERUNAI dijadwalkan dipimpin Gubernur Provinsi Papua, Mathius D. Fakhiri, di halaman Kantor Gubernur Papua pada 8 Desember 2025.
David menjelaskan program SERUNAI akan menghadirkan sejumlah layanan, seperti:
- Layanan kas keliling
- Penukaran uang layak edar dan pecahan kecil
- Layanan kas gabungan bersama perbankan
Untuk memberi akses lebih luas kepada masyarakat, BI Papua memperpanjang durasi kegiatan penukaran uang hingga 14 hari. Selain itu, batas maksimum penukaran per KTP juga ditingkatkan menjadi Rp5 juta.
“Durasi kegiatannya lebih panjang, dari 8 sampai 23 Desember. Kami ingin memberi lebih banyak waktu agar masyarakat bisa mengakses layanan penukaran uang,” kata David.
Dengan penyiapan pasokan uang tunai yang lebih besar, BI Papua berharap seluruh kebutuhan masyarakat selama periode Nataru dapat terpenuhi dengan baik sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi di daerah. (Darul)


































































































