JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Pembangunan infrastruktur penghubung antarkampung terus digenjot Kodam XVII/Cenderawasih untuk membuka akses masyarakat di wilayah Papua. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Nimbokrang, Kabupaten Jayapura.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang meninjau langsung perkembangan pembangunan jembatan tersebut, Jumat (28/8/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Febriel, pembangunan jembatan menjadi bagian dari upaya mempercepat konektivitas masyarakat, khususnya di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi.
Untuk wilayah Kodim 1701/Jayapura yang meliputi Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Kabupaten Keerom, terdapat 30 titik pembangunan Jembatan Garuda. Dari jumlah tersebut, 13 jembatan jenis Armco telah rampung 100 persen, sedangkan 17 jembatan beton masih dalam tahap pengerjaan.
“Jembatan ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi bagaimana masyarakat mendapatkan akses yang lebih mudah untuk beraktivitas, termasuk anak-anak menuju sekolah, warga ke fasilitas kesehatan, pasar, tempat ibadah, dan lahan pertanian,” ujar Febriel.
Dari peninjauan pada empat titik pembangunan, jembatan yang telah dibangun tercatat memberikan dampak langsung kepada 3.186 kepala keluarga atau sekitar 4.275 jiwa. Infrastruktur tersebut juga membuka konektivitas antarkawasan hingga 39 kampung.
Program Jembatan Garuda sendiri mencakup wilayah Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan. Kodam XVII/Cenderawasih menargetkan pembangunan sebanyak 76 titik jembatan.
Dari total target tersebut, sebanyak 35 titik telah selesai dibangun, terdiri atas 15 Jembatan Armco dan 20 Jembatan Beton. Sementara 41 titik lainnya masih dalam proses, terdiri dari 35 Jembatan Beton dan enam Jembatan Gantung.
Kodam XVII/Cenderawasih juga menyiapkan rencana pengajuan tambahan pembangunan pada tahap berikutnya sebanyak 95 titik baru.
Secara keseluruhan, pembangunan 76 jembatan tersebut diproyeksikan memberi manfaat kepada 32.828 kepala keluarga atau sekitar 133.081 jiwa di 142 kampung. Infrastruktur itu juga mendukung akses menuju 252 sekolah, 121 fasilitas kesehatan, serta 412 pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Program pembangunan Kodam XVII/Cenderawasih tidak hanya menyasar infrastruktur jembatan. Sejumlah program teritorial lainnya juga dijalankan, mulai dari pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro dan pipanisasi Wam Pilamo, sumur bor, fasilitas MCK, rehabilitasi rumah tidak layak huni, hingga penguatan koperasi desa.
Untuk program energi dan air bersih, terdapat 62 titik pembangunan PLTMH dan pipanisasi Wam Pilamo. Sebanyak 21 titik telah selesai, 22 titik masih dikerjakan, dan 19 titik berada pada tahap survei.
Selain itu, dari 186 titik sumur bor yang dibangun, 166 titik telah rampung. Program tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di sejumlah wilayah.
Kodam juga membangun 156 titik MCK, dengan 153 titik telah selesai, serta merehabilitasi 132 unit rumah tidak layak huni, di mana 128 unit telah rampung.
Di sektor ekonomi, pembangunan 24 titik Koperasi Desa Merah Putih (KDKMP) diarahkan untuk membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperkuat pelaku UMKM. Program tersebut ditargetkan memberi manfaat bagi sekitar 76.146 jiwa.
Sementara di bidang pendidikan, revitalisasi infrastruktur dilakukan pada 11 SMK yang melayani 1.888 siswa di Papua.
Keberadaan Jembatan Garuda mendapat sambutan positif dari masyarakat Nimbokrang. Kepala Kelurahan Tabri, Nimbokrang, Sofyan Albert Burwos, mengatakan jembatan tersebut sangat membantu aktivitas warga, terutama anak sekolah dan para petani.
Menurut Sofyan, sebelum adanya jembatan, mobilitas masyarakat dan pengangkutan hasil pertanian menghadapi berbagai kendala. Kini, petani dapat membawa hasil kebun dan hasil bumi menuju pasar dengan lebih aman dan mudah.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Pangdam beserta jajaran. Jembatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi anak-anak sekolah dan para petani,” katanya.
Sofyan berharap pembangunan sejumlah jembatan lainnya yang masih dalam pengerjaan dapat segera diselesaikan sehingga konektivitas antarwilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin terbuka.
Dengan pembangunan infrastruktur tersebut, Jembatan Garuda diharapkan tidak sekadar menjadi penghubung fisik antarkampung, tetapi juga menjadi akses baru bagi masyarakat Papua untuk mendapatkan pendidikan, layanan kesehatan, serta mengembangkan perekonomian lokal. (Cornelia)


























































































