JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – DPD Partai Golkar Provinsi Papua tancap gas memperkuat mesin partai menyambut pesta demokrasi mendatang. Di bawah kepemimpinan Matius Derek Fakhiri, partai berlambang pohon beringin ini menetapkan tahun 2026 sebagai momentum konsolidasi total di seluruh tingkatan, mulai dari provinsi hingga ke tingkat Kabupaten,bahkan Distrik dan kelurahan dan kampung.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua, Max Krey, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kesiapan partai menghadapi verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta menyongsong Pemilu 2029 dan 2030.
“Tahun 2026 telah ditetapkan oleh DPP Golkar sebagai tahun konsolidasi total dari pusat sampai daerah. Kami di Papua bergerak cepat melakukan penataan organisasi di tingkat Kabupaten Hingga distrik hingga kampung,” ujar Max Krey di sela-sela Musyawarah Daerah (Musda) ke-VIII Golkar Mamberamo Raya di Kota Jayapura, Selasa (24/2/2026).
Saat ini, Golkar memegang posisi tawar yang signifikan di Bumi Cendrawasih dengan rincian perolehan kursi sebagai berikut,DPR Papua (induk) (DPRP) 9 Kursi (Tersebar di Dapil Kota Jayapura, Yapen-Waropen, Kab. Jayapura, Sarmi-Mamberamo Raya, Biak-Supiori, dan Keerom).
DPRD Kabupaten atau Kota Golkar memiliki 34 Kursi (Unggul di Kota Jayapura dan Keerom dengan masing-masing 6 kursi), serta Kepala Daerah Memiliki basis kuat di 6 wilayah kunci, yakni Kota Jayapura, Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya, Biak Numfor, dan Supiori.
Menindaklanjuti arahan Ketua DPD Golkar Papua, Matius Derek Fakhiri, partai menargetkan ekspansi kursi secara besar-besaran pada periode mendatang.
“Target kami adalah meningkatkan perolehan dari 9 kursi menjadi 15 kursi di tingkat provinsi. Untuk kabupaten/kota, kami targetkan ada penambahan minimal dua hingga tiga kursi di setiap daerah,” tegas Max Krey.
Konsolidasi dini ini juga merupakan langkah strategis merespons wacana kenaikan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) sebesar 5 persen yang diusulkan Golkar di tingkat pusat.
Max Krey optimis bahwa dengan kekuatan infrastruktur partai yang ada dan soliditas kader di akar rumput, Golkar Papua tidak hanya siap melewati verifikasi KPU, tetapi juga memenangkan kontestasi politik di masa depan.
“Meski saat ini kami memiliki enam kepala daerah, namun seluruh kabupaten dan kota di Papua adalah basis kekuatan kami. Kami siap bertarung di 2029 dan 2030,” pungkasnya. (Cornelia Mudumi)
































































































