JAKARTA, HarianTerbaruPapua.com – Indosat Ooredoo Hutchison terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI TechCo) dengan fokus pada perluasan jaringan, penerapan teknologi AI, serta peluncuran platform digital inovatif. Strategi ini diarahkan untuk menjangkau wilayah pedesaan yang dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital nasional.
Hingga saat ini, Indosat telah mengoperasikan lebih dari 202 ribu BTS 4G secara nasional, termasuk di wilayah Nusa Tenggara Barat. Upaya tersebut memperluas akses digital dan meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat, khususnya di daerah terpencil.
“Transformasi ini bertujuan agar masyarakat di seluruh penjuru Indonesia bisa merasakan konektivitas berkualitas dan layanan digital yang inklusif,” kata Vikram Sinha selaku President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/5/2025).
Vikram bilang, perusahaan juga memastikan kualitas dan keandalan jaringan di daerah rawan bencana dengan memperkuat fiber optik dan pemantauan performa jaringan secara real-time. Langkah ini dinilai krusial dalam menjaga stabilitas konektivitas, terutama saat terjadi gangguan alam.
Pertumbuhan pendapatan Indosat ditopang oleh peningkatan jumlah pelanggan data, perluasan jaringan berbasis AI, serta efisiensi operasional. Strategi perusahaan pada 2025 akan difokuskan pada pengembangan platform seperti myIM3 dan bima+, sekaligus memperkuat kemitraan teknologi strategis dengan perusahaan global seperti Nokia dan NVIDIA.
Selain fokus pada ekspansi dan inovasi, Vikram menyebut, Indosat tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan. Perusahaan menargetkan pembagian dividen hingga 70 persen dari laba bersih tahun 2026, sembari menjaga keberlanjutan usaha melalui pengelolaan utang dan risiko keuangan yang terukur.
“Dengan strategi ini, Indosat optimistis mampu memberikan marvelous experience bagi pelanggannya dan mendukung akselerasi transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, Indosat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) telah menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp2,7 triliun, atau Rp83,3 per saham, dari laba bersih tahun buku 2024.
Untuk mendukung ekspansi dan inovasi teknologi, Indosat mengalokasikan belanja modal (Capex) sekitar Rp13 triliun pada tahun 2025. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan jaringan, penguatan infrastruktur digital, serta fiberisasi untuk mendukung pertumbuhan layanan berbasis cloud, IoT, dan enterprise. (Redaksi)

































































































