JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) meningkatkan ekonomi masyarakat kampung, termasuk di Papua.
Lewat program Kampung Sejahtera, Kemensos mendorong kemandirian ekonomi masyarakat kampung dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan, antara lain, mengolah pepaya menjadi aneka ragam camilan, membuat kue kering dan pelatihan barber atau mencukur.
Selain itu, Kemensos juga akan mengadakan pelatihan pengolahan biji kopi di Kampung Yongsu pada pertengahan November ini. Melalui program tersebut, Kemensos telah melatih 145 warga kampung dari target 188 orang.
Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial RI, Vivien Ribka Sarambu mengatakan, sebelum mengadakan pelatihan, pihaknya terlebih dahulu melakukan assesment atau pengumpulan data dan informasi terkait kebutuhan masyarakat dalam meningkatkan ekonomi mereka.

Dari hasil assesment, sebut Vivien, tiga lokasi ditetapkan untuk pelaksanaan program Kampung Sejahtera di Kabupaten Jayapura. Tiga kampung yaitu, Homfolo, Abar dan Yongsu.
Vivien menjelaskan, program Kampung Sejahtera bertujuan membangun kemandirian masyarakat, membangun ekonomi masyarakat lokal, dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia atau SDM.
Selain masyarakat, program ini juga menyasar pilar-pilar sosial, seperti tokoh masyarakat yang dilatih menjadi fasilitator.
“Pilar-pilar ini yang nantinya mengorganisir masyarakat yang telah kami latih untuk membuat proposal yang akan diajukan ke instansi terkait agar mendapatkan bantuan ketika ingin mengembangkan usaha mereka,” ucap Vivien di Kampung Homfolo, Sabtu (8/11/2025).

Kemensos berharap, warga kampung yang telah mengikuti pelatihan dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapat.
Salah satu peserta pelatihan, Jack Pilipus Doyapo dari Kampung Abar mengapresiasi program Kemensos tersebut. Jack bilang, pelatihan yang diikuti memberi manfaat nyata dan membuka peluang baru bagi ekonomi masyarakat kampung, termasuk dirinya.

“Melalui kegiatan sederhana, tapi bermakna seperti ini, kami bisa belajar hal baru yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat,” ucap Jack yang merupakan peserta pelatihan barber.
Dia pun mengaku termotivasi untuk menerapkan ilmu yang telah didapat bagi warga di kampungnya dengan membuka sebuah wadah berlatih barber. Tak hanya itu, Jack juga akan memanfaatkan media sosial untuk membagikan tutorial mencukur yang bisa menghasilkan uang.

Hal senada disampaikan Wellem Wally yang merupakan peserta pelatihan barber dari Kampung Homfolo.
“Dari pelatihan tersebut, kami termotivasi untuk melanjutkan keterampilan yang telah diperoleh dengan membuka usaha barber di kampung,” ucap Wellem seraya berharap, durasi pelatihan lebih lama untuk memperdalam keterampilan dan menguasai teknik barber lebih profesional.
(Darul Muttaqin – Harian Terbaru Papua)
































































































