JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Jemaat Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Parakletos Angkasapura menggelar perayaan ibadah Natal dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21-24|Lukas 2:1-20). Ibadah Natal tersebut berlangsung khidmat di GPdI Jemaat Parakletos Angkasapura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (13/12/2025).
Perayaan Natal diikuti oleh seluruh jemaat, mulai dari anak-anak hingga orang tua, dengan suasana penuh sukacita dan kebersamaan. Tema yang diangkat menekankan pentingnya kehadiran Tuhan dalam kehidupan keluarga sebagai sumber keselamatan, pengharapan, dan kasih.

Gembala Sidang GPdI Parakletos Angkasapura, Pendeta Elizabeth Kundiman dalam khotbah Natalnya menegaskan bahwa tema Natal Nasional 2025, “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, mencerminkan kepedulian Tuhan yang sangat mendalam terhadap kehidupan keluarga sebagai fondasi utama umat manusia.
Pendeta Elizabeth, Ia menyebut tema yang ditetapkan Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) itu bukanlah sebuah kebetulan, melainkan pilihan yang sarat makna teologis dan relevan dengan kehidupan umat saat ini.
“Satu tema secara nasional ini luar biasa. Mengapa saya katakan luar biasa? Karena Allah begitu peduli dengan keluarga. Berbicara tentang keluarga berarti sudah mewakili setiap manusia,” ujar Pendeta Elizabeth.

Menurutnya, keluarga merupakan gambaran utuh kehidupan manusia, yang di dalamnya terdapat ayah, ibu, dan anak-anak. Oleh karena itu, tema Natal tahun ini menyentuh seluruh lapisan umat tanpa terkecuali.
“Tidak ada seorang pun di antara kita yang bisa berkata hidup sebatang kara tanpa keluarga. Kita semua lahir dan hidup dalam konteks keluarga. Maka firman Tuhan ini menjadi bagian bagi setiap kita,” katanya.
Pendeta Elizabeth juga mengingatkan bahwa keluarga adalah lembaga pertama dan tertua yang dibentuk Allah sejak awal penciptaan dunia, dimulai dari manusia pertama, Adam dan Hawa. Karena itu, keselamatan yang Allah hadirkan melalui kelahiran Yesus Kristus juga menyasar pemulihan dan keselamatan keluarga.

Ia menekankan bahwa perayaan Natal bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum refleksi bagi setiap keluarga Kristen untuk kembali pada nilai kasih, pengampunan, dan kebersamaan yang diajarkan Kristus.
“Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga. Artinya, Tuhan rindu setiap keluarga mengalami pemulihan, damai sejahtera, dan hidup dalam kehendak-Nya,” tutup Pendeta Elizabeth.
Melalui perayaan Natal 2025 ini, umat diajak untuk memperkuat peran keluarga sebagai tempat pertama menanamkan iman, kasih, dan nilai-nilai kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.

Keluarga merupakan fondasi utama dalam kehidupan beriman. Melalui perayaan Natal ini, jemaat diajak untuk kembali memperkuat peran keluarga dalam membangun iman, menjaga keharmonisan, serta menghadirkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah Natal ini menjadi momentum bagi setiap keluarga untuk menyadari bahwa Tuhan hadir dan bekerja dalam setiap proses kehidupan, termasuk dalam menghadapi berbagai tantangan keluarga,” ujarnya.
Rangkaian ibadah Natal diisi dengan puji-pujian, pembacaan firman Tuhan, doa bersama, serta penampilan koor dan persembahan pujian dari jemaat. Kehangatan Natal semakin terasa dengan keterlibatan seluruh unsur keluarga dalam setiap rangkaian ibadah.

Sementara itu Gembala Sidang GPdI Parakletos Angkasapura, dan juga Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Papua (PGGP), Pendeta M.P.A Maury menyampaikan bahwa perayaan Natal Jemaat tahun ini diprakarsai oleh Pelayanan Wanita Pantekosta (Pelwap) Parakletos Angkasapura.
“Hari ini kami merayakan Natal Jemaat GPdI Parakletos Angkasapura. Perayaan ini diprakarsai dan diketuai oleh Ketua Pelwap Ibu-ibu Parakletos. Pelwap merupakan Pelayanan Wanita Pantekosta, dan seluruh ibu-ibu terlihat kompak mengenakan busana bernuansa biru,” ujar Pdt. Maury.
Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan seluruh jemaat dan panitia sehingga perayaan Natal dapat berjalan dengan baik dan penuh sukacita. Perayaan Natal Jemaat juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan rohani, termasuk peran tokoh-tokoh Alkitab seperti Yusuf dan Maria yang dibawakan oleh jemaat.

“Kami bersyukur karena acara berlangsung dengan baik. Gedung penuh, bahkan di luar juga penuh. Cuaca hari ini sangat baik, semua itu karena kasih Tuhan kepada kita,” katanya.
Pendeta M.P.A. Maury juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia, jemaat, dan pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Natal Jemaat GPdI Parakletos Angkasapura.
“Atas nama jemaat dan gembala, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga perayaan Natal Jemaat ini dapat terlaksana dengan baik. Tuhan memberkati semua keluarga,” ucapnya.
Perayaan Natal Jemaat tersebut ditutup dengan ucapan selamat Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026, serta doa agar damai dan berkat Tuhan menyertai seluruh keluarga jemaat GPdI Parakletos Angkasapura.

Ketua Panitia Natal GPdI Parakletos Angkasapura, Pendeta Muda Jenni F. Laoh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya perayaan Natal Jemaat tahun 2025. Dukungan tersebut, kata dia, datang dalam berbagai bentuk, baik tenaga, pikiran, maupun materi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah bekerja keras, baik secara tenaga maupun materi, sehingga ibadah Natal Jemaat ini dapat terlaksana dengan baik untuk kepujian dan kemuliaan nama Tuhan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa perayaan Natal Jemaat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bagian dari pelayanan iman yang bertujuan mempererat kebersamaan keluarga dan jemaat dalam kasih Kristus.
“Dengan meriahnya Natal, biarlah kita tetap menghadirkan Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari, memberikan terang di tengah keluarga dan kepada semua orang, sehingga semakin banyak orang mengenal Tuhan dan bertahan dalam iman,” katanya.

Sebagai penutup, Ketua Panitia Pelwap GPdI Parakletos Angkasapura juga menyampaikan harapan agar perayaan Natal Jemaat pada tahun-tahun mendatang dapat berlangsung lebih baik dan lebih meriah.
“Harapan kami, pada Natal tahun 2026 mendatang, pelayanan dan perayaan Natal Jemaat dapat terlaksana dengan lebih baik dan semakin memberkati banyak orang,” tutup Pdm. Jenni.
Perayaan Natal Jemaat GPdI Parakletos Angkasapura tahun ini menjadi momentum penguatan iman sekaligus pengingat akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama dalam kehidupan rohani dan sosial umat Kristen.
Perayaan Natal tahun ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga sarana refleksi bagi jemaat untuk mempererat hubungan dalam keluarga dan antarjemaat.
Melalui perayaan Natal ini, GPdI Parakletos Angkasapura berharap pesan damai dan keselamatan Natal dapat terus hidup dalam keluarga-keluarga jemaat, sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat di Kota Jayapura. (Darul)


































































































