PUNCAK, HarianTerbaruPapua.com — Pemerintah Kabupaten Puncak melalui Panitia HUT ke-80 Republik Indonesia menggelar berbagai lomba yang mengangkat budaya dan kearifan lokal dalam rangka menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat dan mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh daerah, termasuk Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Puncak, Pudinus Alom dan Ketua Komisi I DPRK Puncak, Perius Denilson Wonda.
Berbagai lomba digelar di Lapangan Voli, Ilaga, Selasa (29/7/2025), dan akan berlanjut hingga menjelang puncak peringatan kemerdekaan. Yang menjadi sorotan adalah jenis lomba yang mengedepankan tradisi dan kearifan lokal khas Pegunungan Papua, seperti anyam gelang, anyam noken, membuat api secara tradisional, serta tarian wisisi dan fashion show pakaian adat.
Ketua LMA Kabupaten Puncak Pudinus Alom dalam sambutannya menyatakan, kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan menjelang HUT RI, namun juga sebagai bentuk nyata pelestarian budaya di tengah arus modernisasi yang makin kuat di wilayah Papua.
“Saya lihat masyarakat begitu antusias sekali. Mereka sudah merindukan kegiatan seperti ini. Apalagi ada lomba-lomba yang mengangkat budaya tradisional. Ini sangat penting untuk menjaga dan melestarikan kearifan lokal yang mulai terkikis,” ujar Pudinus.
Ia menambahkan, antusiasme warga terlihat dari banyaknya kelompok masyarakat yang membentuk regu-regu untuk ikut serta dalam lomba. Ia mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan dan difasilitasi oleh dinas-dinas terkait agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan.
Tak hanya soal budaya, Pudinus juga berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas wilayah selama rangkaian kegiatan berlangsung. Ia berharap momentum ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan keamanan di Kabupaten Puncak, khususnya di wilayah Ilaga, Sinak, dan Beoga.
“Dari sisi keamanan, tidak boleh ada yang buat gerakan tambahan. Kita jalan bersama-sama; masyarakat, pemerintah, dan para intelektual harus jaga agar semua kegiatan ini berjalan dengan baik dan sukses,” ajaknya.
Sementara itu, Ketua Komisi I DPRK Puncak, Perius Denilson Wonda, menilai pelaksanaan lomba-lomba berbasis kearifan lokal ini sangat strategis dalam membentuk kesadaran budaya di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Bukan hanya olahraga dan hiburan yang kita lihat, tetapi juga nilai-nilai kearifan lokal yang perlu ditanamkan. Ini mendorong kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal di Puncak,” ungkap Perius.
Ia menyebutkan beberapa lomba seperti wisisi, anyam noken, dan membuat api cepat secara tradisional merupakan identitas budaya Kabupaten Puncak yang harus terus diwariskan dari generasi ke generasi.
“Kabupaten Puncak punya banyak kekayaan budaya. Kalau tidak diperkenalkan lewat kegiatan seperti ini, bisa hilang. Maka dari itu, ini harus dikembangkan terus,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan HUT RI ke-80 di Kabupaten Puncak secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Puncak, Naftali Awakal, pada Selasa, 29 Juli 2025. Selain lomba budaya, panitia juga menggelar sejumlah kegiatan lainnya seperti turnamen sepak bola dangdut, bilyard, gerak jalan, karaoke, dan lomba hiburan lainnya.
Pemerintah daerah berharap, perayaan kemerdekaan tahun ini dapat menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan memperkuat identitas lokal, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat Kabupaten Puncak.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)






























































































