JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Suasana Pasar Sentral Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, mendadak mencekam pada Sabtu (4/10/2025) pagi. Seorang pria bernama Martinus (41), warga Hamadi, meregang nyawa usai ditikam menggunakan pisau dapur oleh teman perempuannya yang berinisial MT.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W. A. Maclarimboen, melalui Kapolsek Jayapura Selatan AKP Muh. Lalang, membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Korban meninggal dunia akibat luka tikam yang dilakukan pelaku setelah terjadi percekcokan di lokasi kejadian,” ujarnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 04.30 WIT saat korban dan pelaku bersama seorang rekan mengonsumsi minuman keras di depan los penjual sagu Pasar Hamadi. Ketegangan muncul ketika pelaku meminta uang kepada korban, namun tidak diberikan. Perdebatan berlanjut hingga korban mengambil balok kayu dan memukul pelaku.
“Pelaku yang kesal kemudian mengambil pisau dapur dan menikam korban di bagian lengan kiri. Luka tersebut mengakibatkan pendarahan hebat hingga korban tak sadarkan diri,” jelas Kapolsek Lalang.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut Jayapura oleh rekannya, namun saat diperiksa dokter, denyut jantung korban sudah tidak terdeteksi.
Mendapat laporan masyarakat, aparat kepolisian segera menuju lokasi kejadian. Pelaku MT yang saat itu turut berada di rumah sakit bersama korban, langsung diamankan dan digiring ke Mapolsek Jayapura Selatan.
“Korban dan pelaku diketahui tinggal serumah meski belum memiliki ikatan pernikahan sah. Kini pelaku sudah mendekam di balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas AKP Lalang.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota Kompol I Dewa Gede Ditya menambahkan, motif pelaku masih didalami karena saat kejadian ia dalam kondisi mabuk.
“Barang bukti berupa sisa minuman keras sudah diamankan. Sementara senjata tajam yang digunakan pelaku masih dalam proses pencarian karena sempat dibuang di sekitar TKP,” jelasnya.
Pihak kepolisian memastikan proses penyidikan akan dilakukan secara tuntas. “Pelaku akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tindakan brutal yang menyebabkan hilangnya nyawa tidak bisa ditoleransi,” kata Kompol Dewa.
Kasus penikaman di Pasar Hamadi ini menambah daftar kelam tindak kriminal yang dipicu konsumsi minuman keras. Polisi kembali mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi miras secara berlebihan karena sering menjadi pemicu tindakan kekerasan.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)































































































