JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, menghadiri peluncuran Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Apel Asrama Bucen III Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Kamis (24/7/2025).
Program SPHP dan penyaluran bantuan pangan merupakan hasil sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Perum Bulog, sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan di wilayah Papua.
Kegiatan diawali dengan video conference (vicon) bersama Kepala Badan Pangan Nasional, yang secara nasional memantau pelaksanaan program Gerakan Pangan Murah (GPM), distribusi beras SPHP, serta bantuan pangan di berbagai daerah. Pangdam XVII/Cenderawasih mengikuti vicon ini bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua dan pimpinan Perum Bulog Wilayah Papua.
Usai vicon, acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis beras Bulog medium 10 kilogram kepada perwakilan 10 keluarga penerima manfaat. Masing-masing keluarga menerima dua karung beras, dengan total 20 karung disalurkan secara simbolis oleh Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Ibu Suzana D. Wanggai, serta Kepala Perum Bulog Papua, Ahmad Mustari.
Dalam sambutannya, Pangdam Rudi menegaskan bahwa upaya penguatan ketahanan pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga perlu melibatkan unsur TNI dan seluruh elemen masyarakat.
“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Melalui kolaborasi bersama Bulog dan pemerintah daerah, TNI berkomitmen terus hadir mendukung distribusi pangan secara merata dan terjangkau,” ujar Mayjen TNI Rudi Puruwito.
Sebagai rangkaian kegiatan, aparat Babinsa dari Kodim 1701/Jayapura turut serta menyalurkan bantuan tambahan berupa 248 paket mie instan kepada warga masyarakat di sekitar Asrama Bucen III. Selain itu, Bulog Papua juga menggelar pasar murah untuk menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras SPHP, minyak goreng, dan gula pasir.
Masyarakat terlihat antusias menyambut kehadiran pasar murah dan bantuan pangan tersebut, yang menjadi bentuk nyata dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pokok, terutama di tengah fluktuasi harga pasar.
Program SPHP dan penyaluran bantuan pangan ini diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung terwujudnya Papua yang berdaulat pangan. Kegiatan serupa direncanakan akan terus berlanjut di wilayah lain di Papua sebagai bagian dari agenda nasional Gerakan Pangan Murah 2025.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)
































































































