PUNCAK, HarianTerbaruPapua.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak menyalurkan bantuan darurat kepada ribuan warga yang mengungsi akibat konflik bersenjata antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata TPN-OPM yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Distrik Gome dan Ilaga. Bantuan kemanusiaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Puncak, Naftali Akawal, didampingi Plt. Sekda Puncak, Nenu Tabuni, pada Rabu (28/5/2025).
Bantuan yang diberikan meliputi tenda dan sembako berupa beras, mi instan, serta air mineral, yang didistribusikan ke tujuh titik lokasi pengungsian. Total pengungsi yang tercatat mencapai sekitar 13.000 jiwa. Titik-titik pengungsian tersebut tersebar di:
- Jalan Kimak (depan kediaman mantan Kadis Sosial)
- Kenegame (depan rumah Kadis BPBD)
- Jalan Moko
- Kampung Ilambet, Distrik Ilaga
- Gome 1 (depan Pos Satgas Distrik Gome)
- Gome 2 (depan Gereja Jerusalem, Distrik Gome)
- Gome 3 (depan Gereja Katolik, Tanjakan Lapar, Kampung Kibogolome, Distrik Omukia)
“Kami memberikan bantuan secara kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak konflik di Distrik Gome dan Ilaga. Harapannya bantuan ini dapat meringankan beban para pengungsi,” ujar Wakil Bupati Naftali Akawal.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap berada di dalam wilayah Kota Ilaga sampai situasi benar-benar aman. “Kita jaga keamanan bersama. Pemerintah akan terus mengontrol kondisi hingga situasi kondusif, baru masyarakat bisa kembali ke kampung masing-masing,” tambahnya.
Plt. Sekda Puncak, Nenu Tabuni, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari tanggap darurat hari ketiga yang dilakukan Pemkab Puncak. Pemerintah daerah juga bekerja sama dengan TNI dan Polri dalam proses distribusi dan pengamanan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Dandim 1717 dan Kapolres Puncak untuk menyerahkan bantuan secara simbolis. Selanjutnya, pengadaan bantuan makanan (bama) akan dilanjutkan di Timika melalui Dinas Sosial dan Dinas Penanggulangan Bencana Daerah,” terang Tabuni.
Ia menambahkan bahwa keputusan terkait pemulangan pengungsi akan dilakukan setelah koordinasi lebih lanjut dengan aparat keamanan. Pemerintah akan memastikan kondisi benar-benar aman sebelum warga kembali ke tempat asal.
Pemerintah daerah juga mengajak masyarakat agar proaktif dalam menjaga keamanan dan melaporkan setiap potensi gangguan.
“Kami minta jika ada pihak yang mengganggu atau masuk ke wilayah warga, segera laporkan ke aparat keamanan. Tujuan kita jelas: membangun Kabupaten Puncak agar masyarakat bisa hidup aman, nyaman, dan tidak lagi trauma,” pungkas Tabuni.
Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan penuh aparat keamanan serta masyarakat, Pemkab Puncak berharap proses pemulihan dan pembangunan kembali dapat segera dilakukan di wilayah terdampak konflik. (Redaksi)

































































































