SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Aktivitas penerbangan dan distribusi logistik di Papua terus meningkat. Kondisi ini mendorong PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) mempercepat pengembangan Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, agar mampu menampung pertumbuhan penumpang sekaligus memperkuat perannya sebagai salah satu simpul utama konektivitas udara di Papua.
Pengembangan tersebut mencakup perluasan terminal, pembangunan fasilitas sisi darat (landside), serta pemenuhan fasilitas sisi udara (airside). Proyek ini merupakan bagian dari pemanfaatan Barang Milik Negara melalui kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Langkah tersebut dilakukan karena kapasitas Bandara Sentani saat ini mulai menghadapi tekanan pertumbuhan penumpang.
Sepanjang 2025, Bandara Sentani melayani sekitar 1,7 juta penumpang, sementara kapasitas terminal yang tersedia saat ini sekitar 1,4 juta penumpang per tahun.
Melalui pengembangan terminal, kapasitas pelayanan penumpang ditargetkan meningkat menjadi sekitar 2,9 juta penumpang per tahun.
Seluruh biaya pengembangan Bandara Sentani tersebut menjadi tanggung jawab PT Angkasa Pura Indonesia (Persero).
Kebutuhan pengembangan juga terlihat dari aktivitas penerbangan sepanjang 2026.
Hingga Agustus 2026, Bandara Internasional Sentani telah mencatat 1.038.261 penumpang, dengan 26.634 pergerakan pesawat dan 63.958 ton kargo.
Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pergerakan pesawat tumbuh sekitar 3,11 persen, sedangkan volume kargo meningkat 2 persen.
Angka tersebut menunjukkan Bandara Sentani bukan hanya menjadi pintu masuk dan keluar penumpang, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung distribusi barang dan kebutuhan masyarakat ke berbagai wilayah Papua.
Bandara Sentani saat ini berdiri di atas lahan sekitar 144 hektare, dengan landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan lebar 45 meter.
Untuk apron, tersedia 38 parking stand, termasuk delapan parking stand yang dapat digunakan untuk pesawat narrow body, mulai dari tipe Boeing 737-900 hingga Airbus A320.
Sementara itu, kapasitas area parkir kendaraan juga akan ditingkatkan. Dari sekitar 250 satuan ruang parkir (SRP) menjadi 450 SRP.
Penambahan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih memadai bagi kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna jasa bandara.
Pengembangan infrastruktur ini tidak secara khusus ditujukan untuk menghadirkan jenis pesawat tertentu. Peningkatan kapasitas dilakukan untuk memastikan Bandara Sentani memiliki kesiapan infrastruktur menghadapi pertumbuhan lalu lintas udara di masa mendatang.
Adapun jenis dan frekuensi penerbangan nantinya tetap bergantung pada kebutuhan pasar, kesiapan maskapai, rute yang tersedia, serta pertimbangan operasional dan keselamatan penerbangan.
Untuk pekerjaan perluasan terminal dan pembangunan fasilitas sisi darat, proyek dijadwalkan berlangsung selama 300 hari kalender dan saat ini telah memasuki tahap awal pelaksanaan.
PT Angkasa Pura Indonesia menegaskan pengembangan Bandara Sentani dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan, kelancaran operasional, kualitas pelayanan, serta kenyamanan masyarakat.
Dengan peningkatan kapasitas tersebut, Bandara Internasional Sentani diproyeksikan semakin mampu menopang mobilitas masyarakat, distribusi logistik, pariwisata, dan aktivitas ekonomi di Papua.
Pengembangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan Bandara Sentani semakin siap menjalankan peran sebagai hub konektivitas dan logistik utama Papua. (Cornelia)


























































































