JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kepala Bidang Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Papua, I Wayan Wira Adnyana, mengajak umat Hindu dan masyarakat Papua untuk berpartisipasi secara daring dalam kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan sebagai bentuk cinta tanah air, penguatan spiritual, serta kontribusi dalam menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ajakan itu disampaikan Wayan Wira saat memberikan keterangan di ruang kerjanya, Jumat (31/7/2026). Menurutnya, peringatan kemerdekaan bukan hanya perayaan tahunan, melainkan ruang untuk memperkuat nilai-nilai kebangsaan, mempererat persaudaraan lintas agama, serta membangun optimisme demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bergaung di lingkungan Kemenag. Bersama seluruh satuan kerja (satker) Kemenag di berbagai daerah, Kanwil Kemenag Provinsi Papua menyatakan komitmen untuk mendukung serta menyukseskan pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan yang diinisiasi oleh Menteri Agama Republik Indonesia dan akan dipusatkan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
“Di hari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke-81 ini, kami mengimbau kepada seluruh anak bangsa agar bersama-sama memberikan dukungan terbaik bagi Indonesia. Bangsa yang besar membutuhkan dukungan yang besar pula dari seluruh rakyatnya. Saat ini kita menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan konsolidasi, komunikasi, dan koordinasi yang kuat untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” ujar Wayan Wira.
Ia menegaskan bahwa Zikir dan Doa Kebangsaan adalah ikhtiar spiritual yang memiliki makna mendalam dalam membangun kesejukan bangsa. Menurutnya, keseimbangan hidup menjadi kunci dalam membangun Indonesia yang berkeadaban, yaitu keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan antarsesama, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
“Mari kita menjaga silaturahmi melalui doa dan komunikasi. Kehidupan harus berjalan secara seimbang. Kita tetap fokus kepada Tuhan, memperhatikan sesama anak bangsa, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ketiganya adalah fondasi penting bagi masa depan Indonesia,” katanya.
Lebih lanjut, Wayan Wira menyoroti berbagai tantangan yang tengah dihadapi bangsa, mulai dari dinamika sosial, perubahan lingkungan, hingga ancaman bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
“Lingkungan kita saat ini menghadapi berbagai persoalan yang sangat serius. Salah satunya adalah bencana yang terjadi di berbagai daerah, hal itu menjadi pengingat bahwa kita harus semakin peduli terhadap alam. Menjaga lingkungan adalah bagian dari dharma, bagian dari pengabdian kita kepada Tuhan dan kepada bangsa. Namun, kita tidak boleh menyerah. Justru di tengah tantangan itulah bangsa Indonesia harus bangkit, melangkah maju, dan memperkuat semangat gotong royong demi kemajuan bersama,” ungkapnya.
Ia juga mengajak seluruh umat Hindu di Papua untuk menjadikan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai makna untuk memperkuat nilai-nilai ke-bhinekaan, toleransi, dan persaudaraan lintas agama.
“Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini adalah hasil perjuangan para pendahulu bangsa. Tugas kita sekarang adalah mengisinya dengan persatuan, toleransi, kerja keras, dan doa. Ketika seluruh anak bangsa bersatu dalam doa dan tindakan, Indonesia akan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menghadapi berbagai tantangan zaman,” tuturnya.
Wira berharap partisipasi umat Hindu dalam Zikir dan Doa Kebangsaan menjadi simbol kebersamaan seluruh komponen bangsa dalam mendoakan Indonesia agar semakin damai, maju, adil, dan sejahtera.
“Harapan saya kepada seluruh anak bangsa pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI adalah tetap semangat, tetap menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan juga menguatkan doa. Doa adalah kekuatan utama yang menyatukan hati, memperkuat harapan, dan semoga dapat mengantarkan bangsa untuk masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Pelaksanaan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas ini bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digagas oleh Kementerian Agama RI. Kegiatan tersebut adalah upaya menyatukan doa dari seluruh umat beragama agar memperkuat harmoni sosial, menumbuhkan optimisme kebangsaan, serta meneguhkan komitmen bersama dalam membangun Indonesia yang maju, rukun, dan sejahtera. (Rilis)




























































































