JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mamberamo Raya, Robby Wilson Rumansara dan Keven Totouw (periode 2025–2030), pada 20 Februari 2026. Dalam momen refleksi ini, Bupati Robby secara terbuka mengakui bahwa masih banyak aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya terealisasi. Hal tersebut disampaikan kepada awak media,di Jayapura, Selasa (24/2/2026).
Bupati Mamberamo Raya Robby Rumansara mengungkapkan bahwa kendala utama dalam setahun terakhir adalah kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan pemerintah. Hal ini berdampak langsung pada pemenuhan janji politik maupun urusan wajib di bidang pemerintahan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur, hingga peningkatan ekonomi.
“Saya akui banyak hal yang belum kita lakukan, dan ini mungkin menjadi pertanyaan besar serta keresahan di tengah masyarakat. Namun, masyarakat perlu memahami bahwa kita diperhadapkan pada kondisi efisiensi anggaran yang sangat ketat,” ujar Robby.
Bupati menjelaskan bahwa postur APBD Mamberamo Raya tahun 2026 sebesar Rp700 miliar sebagian besar terserap untuk belanja aparatur.
“Khusus APBD 2026, belanja aparatur mencapai hampir Rp300 miliar karena jumlah pegawai kita yang besar. Sisanya baru dialokasikan untuk penyelenggaraan pemerintahan di semua OPD serta pembangunan. Inilah yang menyebabkan banyak program belum bisa berjalan maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa pihaknya bersama DPR Kabupaten terus mencari solusi dan jalan keluar agar program-program prioritas tetap dapat terdanai. Ia optimis dalam empat tahun sisa masa jabatan, akan ada terobosan dan pembenahan signifikan demi masa depan Mamberamo Raya yang lebih baik.
Di sektor ekonomi,Kata Robby Rumansara, meski alokasi anggaran terealisasi 100 persen, namun capaian di lapangan (Perindag) baru menyentuh angka 65 persen. Rendahnya capaian ini disebabkan oleh dua faktor utama: masalah konektivitas antara wilaya dan lemahnya pendampingan bagi kelompok masyarakat potensial.
“Kita membiayai program, tetapi anggaran untuk pendampingan tidak tersedia, sehingga hasilnya kurang maksimal. Ditambah lagi akses konektivitas antarwilayah yang sangat berat,” tambah Bupati.
Untuk mendongkrak ekonomi, Pemkab Mamberamo Raya akan menggenjot program strategis nasional seperti,Koperasi Merah Putih,Pengembangan Kampung Nelayan.
Menurutnya, potensi perairan Mamberamo Raya sangat menjanjikan dan bisa dikelola masyarakat meski tanpa teknologi tinggi. Namun, kunci utamanya tetap pada keterbukaan akses wilayah.
“Saya sudah sampaikan langsung kepada Gubernur, Presiden, dan Wakil Presiden. Jika konektivitas daerah tidak dibangun, maka Mamberamo Raya akan tetap tertinggal. Program dan data sudah ada, tapi sulit berjalan jika kendala geografis tidak segera diatasi,” pungkasnya. (Cornelia Mudumi)
































































































