JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Sinode Wilayah Papua menyelenggarakan Rapat Kerja Sinode ke-IV yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 15 Juli hingga Kamis, 17 Juli 2025. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung GKII Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, dengan mengusung tema: “Bertumbuh, Bertambah, dan Berdampak.”
Rapat kerja tahunan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinan Ketua Sinode GKII Papua, Pdt. Petrus Bayadone, yang akan berakhir masa jabatannya pada tahun 2026. Melalui forum ini, Sinode merumuskan arah kebijakan dan pelayanan gereja untuk satu tahun ke depan, sekaligus mengevaluasi kinerja pelayanan lintas klasis di seluruh Tanah Papua.
Raker Sinode GKII ke-IV melibatkan delapan klasis dari berbagai wilayah di Tanah Papua. Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Sekretaris Sinode Pusat, Pdt. Ussain Shahz, Kepala Distrik Waibu, para Ondoafi (tokoh adat), tokoh perempuan, tokoh pemuda, pimpinan gereja tetangga, serta sejumlah simpatisan gereja.
Dalam sambutannya, kegiatan ini juga secara resmi dibuka oleh Bupati Kabupaten Jayapura yang diwakili oleh Sekretaris Daerah, Abdul Rahman Basri.
Pembukaan acara ditandai dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Otniel Kaway, sebelum dilanjutkan dengan sesi-sesi rapat kerja yang berlangsung intensif selama tiga hari.
Usai ibadah pembukaan, Ketua Sinode GKII Papua, Pdt. Petrus Bayadone, menyampaikan rasa syukurnya atas penyertaan Tuhan dalam terlaksananya kegiatan tersebut.
“Dengan bimbingan Tuhan, kita bisa menyelenggarakan Raker ini. Fokus pelayanan kita ke depan difokuskan pada lima poin utama, yaitu: penginjilan, ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Pdt. Bayadone dalam pernyataannya, Selasa (15/7/2025).
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa rapat kerja tahunan ini menjadi wadah strategis untuk mengevaluasi kondisi pelayanan setiap klasis di empat provinsi di Tanah Papua, sekaligus menjadi dasar dalam menyusun strategi pelayanan tahun 2025 hingga 2026.
“Kita ingin tahu bagaimana kinerja pelayanan di setiap klasis. Hasil evaluasi ini akan kami rumuskan bersama dalam strategi pelayanan yang lebih tajam dan berdampak,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker, Sisca Marweri, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan ini telah berlangsung cukup lama dengan kerja keras dan ketekunan seluruh tim panitia.
“Kami bergerak dalam panitia selama hampir satu tahun. Dalam prosesnya, Tuhan jawab semua usaha kami sesuai waktu-Nya. Kami percaya, tidak ada yang sia-sia,” ujar Sisca dengan penuh haru.
Ia pun berharap agar hasil rapat kerja ini benar-benar dapat memberi dampak nyata bagi jemaat di seluruh Tanah Papua.
“Harapan kami, raker ini menghasilkan sesuatu yang benar-benar bertumbuh dan berdampak bagi umat Tuhan,” tutup Sisca.
Tema “Bertumbuh, Bertambah, dan Berdampak” tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi refleksi arah gerak pelayanan gereja di tengah masyarakat Papua yang terus berkembang. GKII Papua menegaskan komitmennya untuk hadir secara relevan dan aktif menjawab kebutuhan umat melalui pelayanan yang menyentuh aspek rohani, sosial, dan pembangunan manusia.
Dengan selesainya Raker ke-IV ini, Sinode GKII Papua diharapkan mampu menjalankan rencana kerja yang lebih terstruktur, terukur, dan partisipatif — sejalan dengan visi gereja untuk menjadi terang dan garam bagi masyarakat Papua.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

































































































