JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Papua kembali menyelenggarakan kegiatan Temu Wicara Budaya Kampung di Kampung Kayo Pulau, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (12/7/2025) ini mengangkat tema “Menggali Nilai Budaya, Menemukan Jati Diri”, dan dipusatkan di Kantor Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) Tahima Soroma.
Kegiatan ini menjadi ruang sosialiasi dan refleksi budaya yang melibatkan para ondoafi, tokoh adat, serta masyarakat kampung. Tujuan utamanya adalah membangun kembali kesadaran masyarakat adat terhadap pentingnya nilai-nilai budaya leluhur, agar tetap hidup dan relevan di tengah dinamika zaman.
“Kegiatan ini merupakan upaya kami agar masyarakat, terutama generasi muda, tidak melupakan bahasa, adat, dan seni budaya yang menjadi identitas mereka. Kami ingin budaya yang ada tidak punah dan tetap lestari di tengah modernisasi,” ujar Yuliana Loisa Tukayo, Ketua Panitia Tim Kerja dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua.
Yuliana menegaskan, kegiatan ini merupakan kali kedua dilaksanakan oleh pihaknya. Sebelumnya, Temu Wicara Budaya pertama telah digelar pada tahun 2021 di Kampung Kayu Batu. Kegiatan kali ini dikhususkan untuk pendataan suku bangsa serta elemen-elemen budaya di Kampung Kayo Pulau.
“Kami ingin memastikan budaya, bahasa, dan adat istiadat yang ada tidak hilang. Bahkan tari-tarian yang memiliki nilai filosofis harus tetap dilestarikan,” tambahnya.
Menurut Yuliana, arus modernisasi telah memberikan dampak signifikan terhadap eksistensi budaya lokal di Papua. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi bagian penting dari tugas Disbudpar untuk mendengar dan melihat langsung kondisi riil masyarakat adat, sebagai dasar penyusunan kebijakan teknis bidang kebudayaan di Papua.
Dalam forum ini, dua narasumber utama yakni Andy Tagihuma dan Enrico Yory Kondologit hadir membawakan materi tentang sejarah, dinamika, dan masa depan budaya di Kampung Kayo Pulau. Mereka juga menyoroti pentingnya menjaga warisan budaya melalui pendekatan kampung adat.
Melalui pemaparan tersebut, masyarakat diajak mengenali kembali kekayaan budaya lokal, memahami jati diri kampung, serta memikirkan langkah konkret untuk pelestariannya, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam sistem pemerintahan kampung.
Sekretaris Kampung Kayo Pulau, Aldo Antonius Youwe, mengapresiasi kegiatan ini sebagai momentum penting untuk membangkitkan kembali budaya yang selama ini mulai terpinggirkan. Menurutnya, posisi Kampung Kayo Pulau yang berada di tengah Kota Jayapura menyebabkan masyarakatnya mudah berbaur dengan berbagai etnis lain, sehingga identitas budaya lokal mulai luntur.
“Kami ingin mengangkat kembali budaya yang mungkin sudah lama hilang atau terpendam. Nilai-nilai budaya yang kami miliki harus kembali dibangun, terutama yang berkaitan dengan hak komunal seperti aksesori, tarian, dan lagu daerah,” kata Aldo.
Lebih lanjut, ia berharap pasca kegiatan ini, akan ada pertemuan lanjutan antara masyarakat adat dan pemerintah kampung untuk menyusun daftar budaya yang akan didokumentasikan secara resmi.
“Kami akan meminta bantuan kepada Universitas Cenderawasih dan Disbudpar untuk membantu kami menyusun satu buku tentang budaya Kayo Pulau. Ini akan menjadi pegangan dan identitas resmi kami,” jelasnya.
Disbudpar Papua melalui kegiatan ini juga ingin membuka ruang kolaborasi antara masyarakat adat, pemerintah, dunia pendidikan, LSM, dan sektor swasta untuk memajukan budaya Papua secara berkelanjutan.
Selain melestarikan tradisi, pemerintah provinsi juga menekankan pentingnya mendorong generasi muda untuk bangga terhadap identitas budaya mereka. Inovasi dan kolaborasi di bidang budaya perlu dilakukan agar warisan leluhur bisa terus hidup dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Generasi muda harus bangga menjadi bagian dari budaya Papua. Kita ingin agar nilai-nilai budaya tidak hanya jadi simbol, tapi hidup dalam praktik sehari-hari,” tegas Yuliana.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)
































































































