JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Di tengah upaya pemerintah memperkuat fondasi ekonomi nasional dari sektor riil, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga Mei 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Regional Office Jayapura telah menyalurkan KUR sebesar Rp735 miliar kepada 12.567 debitur di wilayah Papua dan sekitarnya.
Capaian tersebut menegaskan peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional sekaligus motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Secara nasional, penyaluran KUR BRI terus diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Regional Micro Banking Head, I Wayan Mestera mengatakan bahwa penyaluran KUR di wilayah kerja BRI Regional Office Jayapura masih didominasi oleh sektor perdagangan, jasa, dan pertanian. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki kontribusi besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak pelaku usaha di Papua.
“Pembiayaan yang kami salurkan diarahkan pada sektor-sektor produktif agar mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. KUR tidak hanya membantu permodalan usaha, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas produksi dan daya saing UMKM,” ujarnya, Kamis (4/6/2026).
Menurut Wayan, akses pembiayaan yang semakin mudah memungkinkan pelaku usaha memperluas skala bisnis, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang kerja baru. Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dan memperluas pemerataan pembangunan hingga ke daerah.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis, penguatan sektor UMKM dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional. Pemerintah pun terus menempatkan UMKM sebagai prioritas pembangunan karena sektor ini terbukti mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dan menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain menyediakan akses permodalan, BRI juga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang mencakup pelatihan usaha, pendampingan bisnis, hingga edukasi keuangan. Pendekatan tersebut dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga memiliki kemampuan manajerial dan literasi finansial yang memadai untuk mengembangkan usahanya secara berkelanjutan.
“Pemberdayaan menjadi bagian penting dalam strategi kami. Kami ingin UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” kata Wayan.
Transformasi digital juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan UMKM. BRI mendorong para pelaku usaha memanfaatkan teknologi dan platform digital untuk memperluas pasar, meningkatkan efisiensi usaha, serta menjangkau konsumen yang lebih luas.
Langkah tersebut dinilai relevan dengan tren ekonomi digital Indonesia yang terus berkembang dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Dengan adopsi teknologi yang semakin luas, UMKM di daerah memiliki peluang lebih besar untuk bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Ke depan, BRI Regional Office Jayapura menargetkan penyaluran KUR tetap difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu memberikan multiplier effect terhadap perekonomian daerah. Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, tetapi juga memperkuat peran Papua dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“BRI akan terus hadir sebagai mitra strategis UMKM melalui pembiayaan, pendampingan usaha, serta penguatan literasi digital agar pelaku usaha dapat berkembang dan naik kelas,” tegas Wayan. (Cornelia)

























































































