JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua berhasil mengidentifikasi tiga korban yang sebelumnya dinyatakan hilang dalam insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor. Ketiga korban berhasil dikenali melalui pemeriksaan ilmiah menggunakan uji DNA, dan jenazah mereka telah diserahkan kepada pihak keluarga.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, mengatakan proses identifikasi dilakukan karena kondisi jenazah yang sulit dikenali setelah ledakan dahsyat tersebut.
Untuk memastikan identitas para korban, Tim DVI Polda Papua mengirimkan sepuluh sampel jaringan tubuh ke Laboratorium Pusdokkes Polri di Jakarta guna dilakukan pemeriksaan DNA.
“Hasil pemeriksaan DNA memastikan identitas tiga korban yang sebelumnya belum teridentifikasi. Seluruh jenazah kini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.
Berdasarkan data terakhir, peristiwa ledakan bom sisa Perang Dunia II yang terjadi di Biak Numfor mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Delapan korban meninggal di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan juga menyebabkan kerusakan berat pada sedikitnya sepuluh bangunan, terdiri atas sembilan rumah warga dan satu rumah ibadah.
Dalam proses penyidikan, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya mesin motor tempel dan berbagai peralatan kerja yang diduga berkaitan dengan aktivitas para korban sebelum ledakan terjadi.
Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun membongkar benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang. Masyarakat diminta segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian atau TNI agar dapat ditangani oleh petugas yang memiliki keahlian khusus.
Polisi berharap imbauan tersebut dapat mencegah terulangnya kejadian serupa serta menghindari jatuhnya korban jiwa akibat bahan peledak peninggalan perang yang hingga kini masih berpotensi ditemukan di sejumlah wilayah di Papua. (Cornelia)

























































































