SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Dua tim terbaik akhirnya tersisa. Serui Football Academy dan Cenderawasih Trikora akan saling berhadapan dalam laga final Piala Soeratin U-15 Papua 2026 setelah sama-sama melewati babak semifinal di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/9/2026).
Serui Football Academy tampil meyakinkan dengan menundukkan Real Gunmer Sentani tiga gol tanpa balas pada semifinal pertama. Tiket final kemudian dilengkapi Cenderawasih Trikora yang menang tipis 1-0 atas Petra Sentani pada semifinal kedua.
Hasil tersebut mempertemukan wakil Kepulauan Yapen, Serui Football Academy, dengan wakil Kota Jayapura, Cenderawasih Trikora, dalam perebutan gelar juara.
Partai puncak dijadwalkan berlangsung di Stadion Barnabas Youwe, Senin (7/9/2026).
Manajer Cenderawasih Trikora, Erna Olua, menyambut keberhasilan timnya dengan rasa syukur. Ia menilai konsistensi menjadi salah satu kunci perjalanan tim hingga mencapai final.
“Kita bersyukur karena anak-anak menunjukkan permainan yang konsisten dari babak penyisihan hingga semifinal dan kini kami lolos ke final. Harapan kami penampilan konsisten ini membawa kami juara,” kata Erna kepada wartawan, Jumat sore.
Menghadapi Serui Football Academy, Erna menyadari laga final akan menjadi tantangan berbeda. Menurutnya, kedua tim memiliki peluang yang sama karena masing-masing pelatih tentu telah menyiapkan strategi terbaik.
“Mereka tim yang bagus sehingga kami akan persiapkan diri lebih bagus untuk partai final. Permainan di final susah ditebak karena masing-masing pelatih akan menyiapkan strateginya untuk bisa juara. Harapan kami bisa juara,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Serui Football Academy, Han Mamoribo, tak ingin larut dalam euforia kemenangan semifinal. Ia langsung mengarahkan timnya melakukan evaluasi demi menghadapi laga penentuan.
“Puji Tuhan, hari ini anak-anak bisa memenangkan pertandingan. Kita akan segera lakukan evaluasi untuk partai final nanti karena memang target kita juara,” kata Han.
Menurut Han, keberhasilan menembus final memberikan tambahan kepercayaan diri bagi para pemain. Namun, ia menegaskan masih ada sejumlah aspek yang harus dibenahi sebelum laga puncak.
“Kita akan mengevaluasi dan memperbaiki strategi, taktik dan permainan sehingga bisa berjalan lebih baik lagi dan hasil yang kita peroleh juga lebih baik,” ujarnya.
Han juga menilai kembalinya Piala Soeratin Papua setelah sempat vakum selama beberapa tahun menjadi angin segar bagi pembinaan sepak bola usia muda.
Ia menyebut kompetisi tersebut bukan sekadar ajang perebutan trofi, tetapi juga menjadi ruang bagi pemain muda Papua untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta baru.
“Kompetisi seperti ini sangat bagus untuk pembinaan usia dini. Dengan digelarnya turnamen ini, motivasi pembinaan usia muda semakin baik dan mulai menjamur di setiap kabupaten, bukan hanya di Jayapura, tetapi juga Biak, Supiori dan Kabupaten Kepulauan Yapen,” katanya.
Ke depan, Han berharap Piala Soeratin Papua dapat menggunakan sistem regional. Format tersebut dinilai mampu memperluas kesempatan klub dan sekolah sepak bola (SSB) dari berbagai daerah untuk ambil bagian.
“Banyak tim, klub dan SSB di kabupaten yang ingin berpartisipasi, tetapi karena faktor biaya dan perhatian pemerintah daerah yang mungkin masih kurang, akhirnya mereka tidak punya kesempatan untuk ikut,” ujarnya.
Kini, semua perhatian tertuju pada Stadion Barnabas Youwe. Serui Football Academy membawa ambisi dari Kepulauan Yapen, sementara Cenderawasih Trikora datang dengan tekad mempertahankan konsistensi hingga pertandingan terakhir.
Satu laga, dua ambisi, dan satu trofi yang diperebutkan. Senin nanti, siapa yang akan keluar sebagai raja baru Piala Soeratin U-15 Papua 2026? (Cornelia)































































































