JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, Yokbed Griapon, menyampaikan bahwa platform AMAN (Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan) milik Kementerian Agama merupakan platform yang cepat, adil, dan akuntabel untuk tangani dugaan kekerasan di sekolah. Hal ini disampaikan olehnya ketika diwawancarai di ruang kerjanya pada Selasa, (28/7/2026).
Yokbed menanggapi bahwa AMAN yang baru dirilis Rabu kemarin (22/72026), merupakan sebuah inovasi yang penting untuk dunia pendidikan.
“Ini adalah satu inovasi yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan,” ujar Yokbed.
Yokbed menilai platform ini menjadi sarana yang sangat efektif untuk pelaporan, penanganan, serta penguatan dan upaya-upaya serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan yang ada di satuan pendidikan dalam menangani dugaan kekerasan.
“Semua pihak harus berkomitmen untuk membangun budaya yang saling menghormati, melindungi peserta didik, dan juga harus menindaklanjuti setiap laporan secara cepat, adil, dan akuntabel melalui platform yang telah disediakan oleh Kementerian Agama ini,” pungkas Yokbed.
Yokbed berharap dengan platform ini, semua pemangku kepentingan baik guru, tenaga pendidik, maupun siswa, jika ada permasalahan-permasalahan yang terjadi yang berkaitan dengan kekerasan di sekolah, dapat melaporkannya melalui platform ini.
AMAN sendiri merupakan aplikasi berbasis web yang diciptakan Kementerian Agama Republik Indonesia untuk menjadi sarana pengaduan dugaan tindak kekerasan. AMAN bisa diakses di aman.kemenag.go.id bagi masyarakat yang memiliki aduan terkait kekerasan di lingkungan pendidikan agama dan keagamaan. Setiap laporan dipastikan akan ditindaklanjuti dan identitas serta data pelapor akan dirahasiakan. (Rilis)



























































































