JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kepala Bidang Pendidikan Islam (Kabid Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Papua, M. Muzakir Asso, mengatakan digitalisasi bisa berdampak negatif ke pergaulan anak di sekolah, dan bisa berbuah pada kekerasan. Jika tindakan tersebut terjadi, Muzakir mengimbau untuk dapat melaporkannya ke AMAN (Aplikasi Manajemen Aduan Anti Kekerasan) yang dibuat oleh Kemenag. Hal ini disampaikan olehnya ketika diwawancarai di ruang kerjanya pada Selasa, (28/7/2026).
Muzakir mengatakan ketika peserta didik atau tenaga pendidik menghadapi hal yang kurang menyenangkan di lingkungan sekolah keagamaan, madrasah, pesantren, dan lainnya dapat melapor ke aplikasi ini.
“Ketika ada kejadian-kejadian mungkin tidak berani menyampaikan kepada gurunya, kepada ustaz ustazahnya, bisa disampaikan langsung ke aplikasi yang disiapkan oleh Kementerian Agama,” ujar Muzakir.
Muzakir berharap aplikasi ini akan digunakan untuk kepentingan kemaslahatan di satuan pendidikan keagamaan. Ia juga menyoroti tingkat digitalisasi yang cukup tinggi membuat anak-anak bisa mengakses apa saja dan membawa dampak negatif ke lingkungan sekolah. Untuk itu, pengawasan bersama harus dilakukan agar hal tersebut dapat dicegah sejak dini.
“Mari kita jaga bersama agar hal-hal yang tidak kita inginkan tidak terjadi. Jangan sampai anak-anak membawa pengaruh (buruk) dari internet dan berdampak ketika berinteraksi kepada sesama teman, tidak melakukan misalnya pembullyan atau kekerasan,” kata Muzakir.
AMAN sendiri merupakan aplikasi berbasis web yang dapat diakses di aman.kemenag.go.id. Bagi masyarakat yang mendapati dugaan kekerasan di lingkungan sekolah, dapat dilaporkan ke aplikasi tersebut. Identitas pelapor akan dirahasiakan, dan setiap laporan akan ditindaklanjuti. (Rilis)




























































































