PUNCAK JAYA, HarianTerbaruPapua.com – Ketua Klasis Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Wilayah Yamo, Telius Wonda, mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya untuk terus menjaga kedamaian dan keamanan, menyusul digelarnya prosesi adat belah kayu doli yang menjadi penanda perdamaian antara dua kelompok yang sebelumnya terlibat perselisihan.
Dalam pernyataannya, Telius menyampaikan bahwa situasi di Puncak Jaya kini sudah mulai kondusif. Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menahan diri dan tetap berada di posko masing-masing tanpa memicu ketegangan baru.
“Syalom, saya mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk menjaga ketertiban. Kami bersyukur karena suasana sudah damai setelah acara adat belah kayu doli. Namun, saya melihat masih ada masyarakat yang membongkar rumah-rumah. Ini bisa menimbulkan masalah baru. Mari kita semua sabar dan tidak melakukan tindakan yang bisa memicu konflik kembali,” ujarnya, Jumat (23/5/2025).
Telius juga mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan serta pemerintah daerah atas upaya maksimal dalam menjaga stabilitas wilayah. Ia menekankan pentingnya peran semua pihak dalam memulihkan aktivitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, dan kegiatan keagamaan yang hingga kini belum kembali normal.
“Kabupaten kita seperti kota mati karena aktivitas belum berjalan normal. Saya minta tidak ada pihak atau kelompok lain yang melakukan tindakan provokasi dan tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan situasi ini tidak aman. Mari jaga kampung masing-masing, jaga distrik, dan jaga gereja supaya daerah kita tetap aman dan damai serta untuk pembangunan yang lebih maju,” tegasnya.
Imbauan ini diharapkan dapat memperkuat komitmen masyarakat dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif, demi keberlangsungan pembangunan serta kehidupan sosial yang harmonis di Kabupaten Puncak Jaya. (Redaksi)

































































































